Silaturahmi atau Silaturahim?

Tags

Menarik tausiah tujuh menit yang disampaikan oleh imam muda saat jeda Isya dan tarwih di mushollah dekat rumah semalam. Saya coba mengulas kembali apa yang saya pahami terkait yang disampaikan beliau.
Dibuka dengan pertanyaan, sebenarnya yang mana sih yang benar antara Silaturahmi atau Silaturahim? Nah loo golongan manakah kita???

Dalam hati saya langsung menjawab, yah palingan sama-sama artinya bedanya itu dari bahasa Arab jadi serapan di bahasa Indonesia…dheg!

Jadi penjelasannya yaitu Sila dalam bahasa Arab diartikan sebagai menyambung sedang Rahmi adalah rasa sakit yang diderita seorang ibu yang akan melahirkan. Berarti jika kita menyebutkan bahwa saya akan bersilaturrahmi ya tau sendiri kan jawabannya? Menyambung rasa sakit yang…

Sedang Rahim itu sendiri artinya adalah kasih sayang. Jadi Silaturrahim berarti menyambung kasih sayang.

Oke pace mace, kaka ade, tete nene dorang kalo ditanya mau kemana sebaiknya sih dijawab mau Silaturahim ke rumahnya si fulan.

Next..

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌالحجرات

Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti. (QS. Al Hujurat : 13)

Pada Surah Al Hujurat ayat 13 di atas disampaikan bahwa kita dijadikan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar saling kenal-mengenal. Bisa dibayangkan ketika hanya ada satu suku bangsa di dunia, bisa saja kita tak akan peduli untuk mengenalinya. Hmmm..Terkait dengan Silaturrahim sudah sangat sering kita dengar tausiah maupun ceramah yang menganjurkan untuk perbanyak silaturahim. Salah satu ayat dalam Al Qur’an yaitu :

يا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ واحِدَةٍ وَ خَلَقَ مِنْها زَوْجَها وَ بَثَّ مِنْهُما رِجالاً كَثيراً وَ نِساءً وَ اتَّقُوا اللَّهَ الَّذي تَسائَلُونَ بِهِ وَ الْأَرْحامَ إِنَّ اللَّهَ كانَ عَلَيْكُمْ رَقيباً

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. ( QS. An-Nisa ; 1 )

Banyak sekali manfaat dari silaturahim ini yaitu memperpanjang usia juga menambah rejeki.

Jadi kepikiran, saya ada teman namanya Rizky dan baru saja menikah. Mungkin saja istrinya sering silaturahim jadinya dia bisa dapat si Rizky (rejeki) *krik krik krik garing ah..

Ada satu kisah riwayat seorang sahabat yang sangat suka jika didatangi oleh banyak teman untuk silaturahim di rumahnya. Dan hal itu sering terjadi namun istrinya tidak suka dgn seringnya banyak orang yang datang ke rumah mereka. Suami istri ini seringkali berdebat ketika tamu sudah pada pulang. Akhirnya sang suami curhat ke Mama Dedeh, *curhat dong maaa.. Eh salah, sahabat menceritakan hal ini kepada Rasulullah SAW bahwa dia senang jika orang datang ke rumahnya tapi istrinya tidak suka. Rasulullah menjawab, baiklah sahabat besok kami akan beramai-ramai ke rumahmu untuk bersilaturrahim.

Keesokan harinya benar rombongan rasulullah mendatangi rumah sahabat. Laiknya silaturahim dijamu dengan makanan kesukaan nabi oleh tuan rumah. Dan berjalan lancar seperti yg seharusnya. Sebelum pamit rasulullah memanggil istri sahabat kemudian menyampaikan : wahai istri sahabat, tahukah Anda keistimewaan silaturahim?…jadi ketika para tamu-tamu selesai bersilaturahim dan beranjak meninggalkan rumah tsb maka dosa-dosa yang ada atau yg telah dilakukan oleh tuan rumah ikut pergi atau berguguran. Semakin banyak dan sering rumah tersebut didatangi oleh orang untuk bersilaturahim, semakin banyak pula dosa-dosa di dalam rumah tersebut yang berguguran. Tapi ingat ya silaturahim dalam arti hal yang positif (jangan disalahartikan ke negatif yoo).

Jadi sering-seringlah bersilaturahim karena selain menambah rejeki, memperpanjang usia (berkah) juga bisa menggugurkan dosa-dosa.

Wallahualam bissawab..

Advertisements

Wisata ke Danau Love Emfotte, Jayapura – Papua

Tags

,

Ochykun di Danau Love Emfotte

Libur tlah tiba..libur tlah tibaaaaaaaaaaa hatiku…..(silahkan diisi sendiri sesuai isi hati nurani masing-masing, gausah pake hati orang lain apalagi hati-hati di jalan) *halah

Mumpung dalam 2 minggu ini ada dua kali libur weekdays pas di hari Kamis trus Jumat-nya macam kejepit gitu hmm..kayaknya asik ya bagi yang suka kelayapan alias yang suka menghabiskan duitnya di “jalan-jalan” yang benar.

Lanjuuut…

Jadi..menikah pada bulan September 2013 dengan kondisi istri masih banyak kesibukan di Makassar sedang sang suami pujaan hati yang tugasnya di Timika harus segera kembali ke tanah perjanjian, maka untuk sementara berpisahlah dua sejoli ini (hahaaa geli sendiri ngetik ini kalimat). Dua bulan berikutnya, setelah segala macam urusan dirampungkan dan mengalah soal kerjaan demi hidup bersama seatap se-permadani dengan pujaan hati maka menyusul-lah ke kota Timika.

Saat itu kebetulan juga saya terkadang sering dinas ke beberapa tempat di Papua yang pastinya menyediakan wisata alam yang sangat luar biasa, yah pasti pamerlah ke istri. Ceritanya sambil menyelam minuuuuumm Susu *eh air, bertugas plus halan-halan. Istri yang dari sononya tukang jalan dan udah ngebet banget explore Papua, cuman bisa dijanji iya deh nanti kalo waktunya pas kita ke Jayapura.

Waktu berjalan dan tanpa terasa terima SK harus pindah ke Bali pada pertengahan tahun 2014. Yasalam, harus segera ke tempat baru. Akhirnya janji mau bawa ke Jayapura pupus sudah.

Eeeh pertengahan 2015 dapat rejeki dan mengharuskan kembali ke Timika untuk mengabdi disana. Mimpi-mimpi istri untuk ke Jayapura yang dulu pernah pupus akhirnya dihidupkan kembali.

Singkat cerita akhirnya sebelum balik ke Makassar untuk menunggu proses lahiran anak kedua mampir dulu ke Jayapura. Itinerary yang dibuat salah satu yang menjadi paling utama adalah menuju ke Danau Love.

Menghubungi seorang teman yang sangat baik hatinya si Fe, yang sebelumnya pernah bareng jadi volunteer di 1000 Guru Papua (kapan2 ditulis pengalamannya) untuk meminta tolong kalo ada waktu bisa ditemenin. Kebetulan istri juga sudah kenal sebelumnya via ig dan pas ketemu udah klop trus langsung akrab juga dgn Ochy.
Hari pertama ada 3 tempat yang kami datangi tapi kali ini khusus di Danau Love aja dulu ya..

Setelah istirahat makan siang di daerah Sentani, langsung menuju ke tujuan utama yaitu Danau Love. Tim kwartet yg terdiri atas saya, istri, Ochy dan Fe langsung goo. Kira-kira saat itu menunjukkan pukul tiga sore. Atas saran Fe sebaiknya berangkat jam segitu supaya dapat sunsetnya.

Start di daerah Sentani menuju Waena trus masuk ke daerah Yoka yang merupakan jalan masuk ke Danau Love. Perjalanan menuju kesana makan waktu hampir dua jam karena sambil mampir di jalan ngambil gambar.

Gambar di atas merupakan jalan turunan yg seakan-akan tembus ke pinggir danau. Ketika melihat langsung wiiihh decak kagum luar biasa. Karena jalanan sempit dan turunan takutnya ada kendaraan lain yang akan lewat dan bisa dipastikan akan melewati jalan ini dgn kecepatan tinggi jadi ngambil fotonya dari atas mobil saja.

Sempat beberapa kali melewati masyarakat yang sedang berbenah membersihkan jalan dan area mereka. Sekaligus terkadang ada yang meminta sumbangan seikhlasnya.


Melewati jalan dengan pemandangan hijau segar di kanan kiri jalan membuat kami sering berhenti untuk hanya sekedar mengambil gambar.

Tepat sebelum melewati jalan tersebut di atas tertulis biaya masuk untuk mobil sebesar Rp 50rb namun tidak ada seorang pun yang menjaga jadi kami langsung belok. Palingan pulang sudah ada yang jaga.


Sore itu sepi pengunjung, hanya terdapat 2 mobil yang parkir. Itu pun tidak lama setelah kami datang mereka beranjak pulang. Pemandangannya luar biasa.



Dan disini kami baru tau bahwa ternyata nama danau tersebut sebenarnya adalah Danau Emfotte disesuaikan dengan nama daerahnya. Tetapi karena danau tersebut menyerupai bentuk love jadinya lebih dikenal oleh masyarakat sebagai Danau Love. Dan supaya lebih lengkap lagi maka digabunglah jadi nama yang lengkap yaitu Danau Love Emfotte.


Di sebelah kanan abis terbakar jadinya bentuk love agak kurang sempurna tampilan hijaunya. Tapi tetap saja memikat.




Di sekeliling danau kita bisa melihat pemandangan yang sangat memanjakan mata. Subhanallah…

Ochy juga sangaat senang disini. Sy dan istri masih di mobil eh Ochy ama Fe udah asik aja foto-foto.




Sunset sore itu juga kurang sempurna tapi kami sangat bersyukur bisa menikmati area danau serasa milik pribadi sepuas-puasnya.

Malam mulai menyambut, kami putuskanlah untuk segera pulang. Mobil kami melaju dengan kencangnya, kami semua terdiam. Entah apa yg ada di pikiran masing-masing. Melewati jalan gelap di tengah hutan saya membawa istri yg sedang hamil, anak yang baru berusia hampir 2 tahun serta seorang gadis.

Bismillahi tawakkaltu…

Akhirnya tidak lama saya melihat mobil beberapa ratus meter ke depan yang juga melaju, mengikuti dengan seksama yang ternyata juga menuju ke kota. Alhamdulillaah, perjalanan aman, lancar dan janji terpenuhi. Mission complete. Untuk Fe, terima kasih banyak yaaa udah ditemenin plus foto-fotonya yg kece abis.


Tooooo much LOVE in Lake of LOVE!

 

Wisata Alam Kali Kiura di Timika – Papua

Tags

,

Kali Kiura. Masih sangat alami, bening, suegerrr polll. Persembahan dari Alam *mbah dukun

Mas, lagi dimana? Saya baru aja nyampe rumah. Kenapa Pak Ton? Mau ikut gak ke Kiura bareng temen-temen udah pada di kantor nih. Oh jadi toh, oke meluncur sekarang.

Begitulah sepenggal percakapan dengan Pak Tony temen kantor di Timika. Udah berapa kali kami merencanakan untuk liburan akhir pekan ke tempat wisata alam yang lagi happening di Timika. Maklum daerah ini sangat minim dengan hiburan dan tempat wisata. Jadinya ketika ada info tentang tempat baru maka wajiblah kesana.

Siang itu kami berangkat dengan rombongan 3 mobil. Cara ini lebih hemat dan aman jika mengingat kondisi daerah yang akan dilewati menuju daerah tersebut, ada saja momen jalanan dipalang dengan berharap pungutan retribusi liar.


Perjalanan menuju ke Kali Kiura sangat menyenangkan, diiringi dengan canda dan bully di mobil hahaa..pemandangan di kanan kiri jalan yang memesona dan menyegarkan kembali pikiran yang dilanda kebosanan karena biasanya kalo akhir pekan panjang gini waktunya habis gangguin ochykun yg lagi lucu dan cerewet2nya.

Pada pemalangan pertama di area jembatan 3 orang lelaki dengan modus sekop kerikil yg sebenarnya ga perlu disekop hahaa.. kami dikenakan biaya Rp 30 ribu, mayan murahlah.

Selanjutnya lolos dari pemalangan karena kebetulan ada beberapa Brimob yang lagi berjaga di area jembatan yg minggu sebelumnya ada teman yang harus membayar di tempat tersebut.

Pos Ramil Kiura

Wajib lapor sebelum menuju Kali Kiura

Sebelum melewati jembatan terakhir ke destinasi, pengunjung harus melapor di pos tentara. Seperti pada gambar papannya tertulis Pos Ramil Kiura.

Setelah pos ini kita melewati satu jembatan lagi, dengan jalanan aspal sekitar 300 meter akhirnya mendapat “palangan” lagi..daan pemalangnya adalah mama-mama muda ada 3 orang. Di jalan raya beraspal muluuuss dipalang pake balok-balok, sayang lupa ngambil gambar. Ngotot utk 3 mobil masing-masing 50rb. Ada tiga orang teman yg berusaha nawar tapi yg dilawan emak-emak yasudahlah akhirnya sepakat 100rb 3 mobil. Kata mama satunya disini su murah tong kasi, nanti ada dapat lagi 2 sampe 3 palangan lebih mahal. Ini tong pu tanah. Hadeuhh, niat sudah bulat jalan aja. Setelah melewati jalanan aspal akhirnya keputus dapat jalanan masih berkontur batu-batu. Daaann beneer next PEMALANGAN coyyy. Nih dia :

Teman-teman pada turun bernegosiasi. Negosiasi yang aloooott dari yg sebelumnya. Bahkan sambil membahas gosip lambe turah *halah lelaki gosip hahaa..engga ding. Pokoknya adu argumen lah. Ada yg lucu dari cerita Umar. Sudah dijamin bahwa ini adalah palang terakhir dan biaya masuk adalah 100rb per mobil jadi harus banyar 300rb dong. Tawaran terakhir Umar minta 170rb kalo ga mau yasudah kami balik lagi ke Timika, sudah habis duit bayar palang terus (sambil berdiri balik badan menuju mobil).

Eh ternyata dikejar (ala-ala penjual di sentral yg ditawar barangnya sok jual mahal bahh). Om oke bayar sudah 150rb saja tiga mobil.
Umar berbalik *sambil kibas poni. Oke tapi kami sudah tidak mau ada palang lagi. Oke om, tong antar kesana.

Wohoooooo berhasil, berhasil, berhasilllll…nawarnya 170rb dikasi 150rb wahahaaa koplak 🤣..

Let’s enjoy KALI KIURA!

Kalinya di sebelah kanan ujung orang yang ramai di belakang sy tuh

Pasukan pembakar ikan diimpor langsung dari kotamadya Pare-pare sekampungnya Bapak tercinta BJ Habibie, inilah dia Tuanku Sultan Mahkutai

Noh, buang aja mantannya disini

 

Sederhana namun wenak eee

Para pangeran Kiura menunggu sang bidadari

Banyaak yang bisa dilakukan di kali Kiura. Airnya sangat bening, jernih dan deras, ditambah lagi suasanua alam yang sangat sejuk membuat badan menggigil kedinginan. Karena tak berbekal peralatan renang seperti ban jadinya meluncur dengan badan meski ragu dengan safety. 


Namun sangat menyenangkan terjun dari batu besar, membiarkan diri dibawa arus yang deras. Berikut review video trip to Kali Kiura :

 

Here we are…

Punya Kartu Jamsostek/BPJS Ketenagakerjaan bisa dapat DISKON?

Tags

Sering dengar gak orang-orang sering sebut BPJS? Hayooo, dibenak kalian langsung ingat apa kalo disebut BPJS?

Jadi BPJS itu kepanjangannya adalah Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial menyatakan bahwa yang dibentuk ada dua yaitu BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Untuk lebih detilnya silahkan di-gugling aja yaa.

Tapi kali ini bahasnya BPJS Ketenagakerjaan aja dulu..

Kartu Jamsostek & BPJSTK

Contoh Kartu BPJS Ketenagakerjaan & Jamsostek.                 sumber : kusnendar.web.id

Saya tertarik membahas sedikit tentang keuntungan apa sih yang bisa kita dapatkan sebagai peserta selain dari 4 program yang diberikan oleh BPJSTK ini?

Nah..yang selama ini banyak pekerja menganggap Kartu Jamsostek/BPJSTK hanya sebagai  “jimat’/penjaga dompet atau tempat kartu sehingga jarang dibawa kemana-mana, kali ini saya sarankan untuk simpan di urutan kedua prioritas setelah KTP yang ada di dompet tebal Anda!!!  Karena selain untuk jaga-jaga sekiranya di perjalanan atau di tempat kerja mengalami Kecelakaan Kerja yang mana dengan kartu tersebut bisa langsung dirujuk ke rumah sakit kerja sama RSTC (RS Trauma Center) yang ada di setiap area kerja BPJSTK tapiiiiiiiiii ini nih yang keren dan terbaruu yaitu bisa digunakan sebagai kartu diskon.

Kartunya ga ada biaya administrasi, malah nambah tiap tahun dari pengembangan saldo ehh ngasih diskon lagi dimana-mana.

Dengan kemajuan saat ini BPJSTK juga tidak ketinggalan inovasi dengan menjadi perantara yang menguntungkan bagi pengusaha dan tenaga kerja.

Pengusaha yang termasuk didalamnya berbagai macam toko, airlines, hotel, dealer motor dan mitra kerjasama lainnya yang telah melakukan MOU dengan BPJSTK memberikan potongan harga bagi peserta BPJSTK  yang datang dengan menunjukkan kartu Jamsostek atau BPJSTK-nya. Sangat mudah kan?

Tapi ingat ya, yang ada banner pengumuman kerja samanya..:)))

Untuk lebih jelasnya ta kasi linknya :

http://www.bpjsketenagakerjaan.go.id/co-marketing/

Tampilan yang akan muncul seperti ini :

comark

Sumber : bpjsketenagakerjaan.go.id

Halaman utama menunjukkan yang paling populer.

Tapi untuk saat ini saya coba di daerah timur Indonesia yaitu Kab. Mimika, cekidot…

ko tinggal turun naik, ko tinggal turun naik truuuss *joget

Co Marketing

Muncul dari hasil pencarian, kotanya tinggal klik

Mudah dan menguntungkan gak nihhh??? Semoga makin banyak kerjasamanya. Jadi mau nongkrong dimana kita malam ini? *sambil cek dan ricek tempat mana yg diskon hahaa..

Galang Dana 35 menit dapat 1 Milyar

Tags

, ,

Ada sebuah masjid yang berada di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua yg telah mulai dibangun sejak tahun 2010 tepatnya di daerah SP-2 tapi 7 tahun telah berlalu masjidnya belum juga rampung. Bahkan masih dalam tahap pembangunan dengan progres 20%. Kebetulan lokasi tempat tinggal saya sekitar 800 meter dari mesjid tersebut tapi belum pernah sekali pun saya menginjakkan kaki disana karena ada mushollah dekat rumah dan juga mikirnya masjid tersebut belum difungsikan.
“Masjid Baiturrahman” ~ inilah nama masjid yang dimaksud.
Penantian hingga tujuh tahun lamanya belum beranjak juga dari 20% progres pembangunan menjadi kekhawatiran oleh para ustadz dan pengurus masjid. Di saat seperti ini bisa diandaikan seperti orang-orang yang sedang galau atau pun sudah kepepet atau semacamnya maka muncullah ide brilian untuk melakukan penggalangan dana. Yang saya tangkap saat penjelasan, pelopor dari acara ini adalah Ketua Majelis Ulama Indonesia Timika. Secara kebetulan salah satu kru dari Trans TV untuk program acara tersebut masih ada hubungan (entah keluarga apa teman dekat) dengan pengurus Masjid Baiturrahman Timika. Jadi dengan jadwal show yang padat dari sang ustadz alhamdulillaah bisa juga dijadwalkan kunjungan ke Timika sekaligus meliput kota kabupten ini.

Rombongan kru Islam Itu Indah Trans TV tiba di Timika pada tanggal 8 April 2017 pagi. Dan ternyata sekaligus dilakukan kunjungan di beberapa tempat seperti di Kuala Kencana dan sekolah Yayasan Pendidikan Islam Timika serta meliput kuliner khas Papau yaitu Papeda.

Beberapa hari yang lalu ketika lari sore dan melewati Masjid Baiturrahman ini mmg saya melihat spanduk yang mengumumkan kedatangan ustadz Maulana tapi jeda waktu kedatangannya masih lebih dari 2 minggu jadinya sy bergumam ah nanti aja, palingan ada pengumumannya.

Pada tanggal 8 April 2017 hari Sabtu yang merupakan hari libur tetapi tetap menyempatkan diri ke kantor karena ada pekerjaan yang harus segera diselesaikan. Disela-sela itu ada saja yg menggoda untuk membuka hp ngecek medsos. Ketika membuka Instagram eh ada timeline dari anak sekolah SMK Yapis (yg mmg sy follow krn mereka pernah training di kantor) menginformasikan kunjungan Ust. Maulana dan rombongan ke sekolah mereka. Saat itu juga segera mencari info sebenernya kapan sih cerama di Masjid Baiturrahman? Jangan2 sy udah kelewat..yah sayang dah.
Nah krn hari Sabtu jadinya bisa cepat ke Babussalam tempat favorit untuk sholat Maghrib dan Isya. Biasanya masjid ini sepi banget sebelum jam setengah 6 sore, tapi kali ini sangat berbeda dari biasanya. Rameeee banget. Usut punya usut ternyata rombongan TransTV akan mampir menyapa malam ini disini. Suasana masjid riuh dengan suara ibu-ibu dan anak-anak.

Suasana di dalam masjid

Tiba di masjid Ust. Maulana dkk harus dikawal karena “keganasan” para ibu2 yg haus akan selfie bersama tamu ini. Hmmm..

Ust. Maulana dkk menyapa jamaah Babussalam

 

Akhirnya dilanjutkan dengan Sholat Maghrib yg diimami oleh rombongan Ust. Maulana. Subhanallah, sangat merdu suara imamnya yg ternyata masih sangat muda dan merupakan santri dari Ust. Maulana. Orang Bugis pale’..

Suasana yang ramai ketika Ust. dkk mulai melantunkan sholawat dan menyapa warga Timika. Kameramen dadakan pun bermuculan utk meliput. Maklumlah publik figur yg selama ini hanya bisa dilihat melalui siaran tv bisa bertemu secara langsung.

Ustadz yang super licah ini tetiba sudah di atas mimbar incarannya

 

Waktu yang digunakan menyapa jamaah Babussalam tidak terlalu lama karena kondisi kru TTV yg sejak datang pagi hari belum beristirahat hingga sore. Jadinya mereka pamit untuk ke hotel agar stamina terjaga untuk acara puncak besoknya.

 

Tibalah saat hari pelaksanaan yaitu tanggal 9 April 2016 tepatnya hari Ahad. Masyarakat Mimika mulai memenuhi masjid sejak pukul 6 pagi, namun saya sendiri nanti sekitar pukul 7.00 baru menuju kesana dan alhasil mendapat posisi tempat duduk yang kurang strategis.

IMG_6239[1]

Pembukaan oleh Pemda Mimika dalam hal ini diwakili oleh Sekda Mimika Bpk. Alusius You

Kirain udah telat ternyata Ustadz-nya datang pukul 9.20 WIT. Acara dimulai dengan pembukaan oleh Pemda Mimika yang diwakili oleh Sekda Mimika Bpk. Alusius You kemudian ketika selesai sambutan Ustadz Maulana dengan sigapnya “menodong” Pak You dengan bertanya berapa sih kira-kira sumbangan dari Pemda Mimika? Tapi dengan bijak menjawab kalau itu harus didiskusikan terlebih dahulu karena masuk ke anggaran daerah. Tetapi untuk pribadi beliau dengan ikhlas memberikan sumbangan Rp 10 juta yang diikuti oleh Ketua DPRD Mimika dan Kapolres Mimika masing-masing  5 dan 10 juta.

Tahap awal kita mendapatkan Rp 25 juta. Luar biasa Timika! sahut Ustadz Maulana. Sementara lagi semangatnya untuk memulai menggalang dana, MC lokal beberapa kali mencoba memotong beliau dengan maksud untuk menutup pembukaan tadi.

Ust Maulana : Ngapain sih daritadi suruh saya berhenti? Saya gasuka disela saat berbicara.

MC lokal : Mau ditutup dulu ustadz.

Ust Maulana : gausah, dan mulai dikumpulkan, kalo berhenti dana juga bernhenti, lanjut aja. Saya disampaikan oleh panitia untuk penggalangan dana setelah selesai ceramah tapi saya tidak mau. Ngapain ngumpulin dana setelah acara selesai? Orang-orang sudah pada pulang. Jadi harus dikumpulkan diawal dan diumumkan sesaat sebelum saya meninggalkan tempat ini.

Akhirnya acara pengumpulan dana untuk umum dimulai, sambil sang ustadz dibantu MC Fadly dan 2 ustadz lainnya untuk mengarahkan. Ada beberapa kotak besar disebar untuk pengumpulan dari  jamaah yang duduk dan MC memanggil tokoh masyarakat, pengusaha, pejabat untuk naik ke atas panggung dan selanjutnya “ditodong” untuk berpartisipasi dalam mewujudkan penyelesaian pembangunan masjid yang sudah terbengkalai selama 7 tahun.

Disinilah saya melihat bahwa Ustadz Maulana juga merupakan seorang negosiator ulung. Mengetahui bahwa di Kab. Mimika banyak perantau masyarakat dari Bugis Sulawesi Selatan maka dimanfaatkan pulalah momen tersebut. Salah satu contoh dari video di bawah ini :


Ibu tersebut dengan ikhlas menyumbang dana sebesar Rp 50 juta.

Satu lagi yang paling mencengangkan sebelum kejadian video di atas. Seorang ibu dipanggil berulang kali naik dan ketika di atas panggung cuma meng-iya-kan bahwa akan memberikan juga sumbangan dan tidak ingin menyebut angkanya. Berulang kali dibujuk oleh ustadz untuk untuk menyebut jumlah yang akan disumbangkan tapi Ibu tersebut enggan untuk mengatakannya. Akhirnya disampaikanlah oleh sang ustadz bahwa ini bukan untuk pamer tapi sekalian untuk memotivasi yang lain agar membantu pembangunan masjid ini. Daaann akhirnya lelah juga sang ibu ditanya kemudian menyebutkan bahwa akan menyumbang Rp 300 juta. WOW! Untuk daerah kabupaten spt ini nilai tersebut sangatlah besar. Ternyata memang keluarga ibu ini terkenal dermawan, bukan hanya di masjid ini beliau berpartisipasi tapi di tempat lain juga. Semoga semakin berkah dan makin bertambah rejekinya. Dalam hati berujar insya Allah I will, Aamiin..

Doa penutup..semoga berkah

Singkat cerita acara puncak selesai dan Ustadz Maulana menagih hitungan sementara sumbangan yang telah terkumpul. Dan disodorkanlah angka sebesar Rp 1 Milyar 35 juta dan itu belum termasuk dengan sumbangan bahan bangunan seperti beberapa trus pasir dan ratusan sak semen. Semoga Masjid Baiturrahman SP-2 segera selesai pengerjaannya dan bapak ibu yang telah berpartisipasi dterima amal ibadahnya oleh Allah SWT. Aamiiin ya Rabbal Aalamiin…

Bertemu secara tidak sengaja dengan muallaf dari Suku Asmat Papua

Tags

, , , ,

Masjid Babussalam merupakan masjid terbesar yang ada di Kota Timika yang letaknya sangat strategis di tengah pemukiman masyarakat yang ramai, bisa disebutlah sebagai masjid raya yang ada di kota ini. Secara pribadi sangat senang sholat disana karena suasananya ramai dan bacaan imamnya sangat enak didengar, terasa seperti di kota-kota besar atmosfirnya (anaknya suka ramean soalnya). Kegiatan keagamaan juga sering diadakan disini mulai dari event besar hingga yang kecil-kecil termasuk yang rutin membaca Al-Qur’an bersama-sama setiap malam Jumat.

Salah satu tempat makan lalapan favorit saya dan teman-teman kantor juga berada tidak jauh dari halaman masjid tersebut.

Seperti biasa malam ini (19 April 2017) saya menyempatkan diri untuk ikut sholat Isya berjamaah setelah Maghrib tadi sholatnya di kantor karena ga keburu kalo ke Babussalam. Waktu Isya belum masuk namun mikirnya mending nunggu di dalam aja sambil baca berita terbaru tentang pemilihan Gubernur DKI yang sangat fenomenal.

Nah, setelah sholat Tahiyatul Masjid saya rasa ada yang aneh koq sepertinya ada yang kurang di kantong celana? Biasanya ada yang ngeganjel..hmm dan ternyata kejadian 3 minggu yang lalu terulang lagi. Kunci mobil ketinggalan di dalam mobil yang terkunci hiks! Entah ini pengaruh U…..sia atau emang lagi pelupa yak! Kalo udah kayak gini ngetawain atas kebodohan sendiri itu lebih enak yaa hahaa..pura-pura santai di keramaian padahal deg-degan gabisa pulang ke rumah hahaaa..

Akhirnya sy minta tolong teman kantor untuk diantarkan kunci serepnya di Babussalam. Dan jawabnya mungkin agak lama karena lagi makan dan masih ada kerjaan dikit. Yaudah saya sholat Isya dan setelah itu sekalian makan malam di RM. Lumayan yang berada di depan masjid.

Sambil meluruskan badan dan membiarkan makanan turun ke perut jadinya istirahat duduk sejenak di teras depan masjid. Suasana terlihat sepi karena waktu telah menunjukkan pukul 8.30 dan lampu di dalam mesjid telah dimatikan. Tiba-tiba seseorang duduk dekitar setengah meter di sebelah kanan saya. Saya melihat sesosok laki-laki asli Papua yang saya taksir berusia di atas 40 tahunan.

Malam Om.. (Kata Om di Papua lumrah digunakan untuk lelaki berusia brp pun dan siapa saja, sama seperti kita menggunakan kata mas dan mbak di daerah lainnya *red) sapaku untuk membuka pembicaraan dan mengutarakan bahwa lelaki ganteng yang anda temani bicara ini sedang dalam kebimbangan karena terpilih sebagai wakil gubernur DKI tapi itu hanyalah mimpi  dan merasa bahwa dia adalah kembaran Sandi Uno *apeuu..faktanya lelaki dengan wajah yang tetap guanteng juga (versi istri saya ;p) bisa jadi mau numpang tidur di masjid karena gabisa pulang.

Om tinggal dimana? Ah sa tinggal di mesjid ini. Sa habis cet tembok pagar ini kemarin….dan seterusnya. Saya ini muallaf… Kemudian pembicaraan itu terpotong dengan datangnya teman (Dika & Dony) mengantarkan kunci serep. Alhamdulillaaah pintu terbuka dan kunci aslinya berhasil diambil kembali. Dika & Dony pualng duluan dan saya masih ngecek mobil tiba-tiba didatangi om itu..”Su mau pulang?” eh iya om tapi lanjut dulu ceritanya tadi saya jadi penasaran koq bisa masuk Islam?

Sambil berdiri di samping mobil beliau bercerita. Dulu pernah tinggal di Malang selama 8 tahun lanjut bekerja di pelabuhan Tanjung Priok untuk kapal pengangkut kemudian diambil alih oleh perusahaan lain dan tetap bekerja di kapal tersebut tetapi berpindah tempat based-nya ke Lombok NTB. Selama bekerja di kapal beliau sekamar dengan orang Lombok dan ketika kapal bersandar lama di Lombok jadinya sering diajak nginap di rumah teman tsb.

“Suatu pagi setelah mandi dan sarapan  saya langsung mengutarakan ke teman kalo saya mau masuk Islam, lanjut Om..  Teman sy kaget ada apa? Tapi kemudian mengajaknya setelah Maghrib akan mengunjungi Kyai Besar yang ada di Lombok saat itu (lupa saya nama yang disebutkan). Ketika bertemu dengan Kyai disampaikan untuk berpikir kembali lebih matang karena ini terkait kepercayaan dan disuruh datang kembali seminggu berikutnya jika memang sudah yakin.

Nah sebgai pendengar saya juga ga sabar penasaran jadi langsung sanggah, Iya om kenapa sih mau masuk Islam? Kasi tau saya satu alasan saja kenapa..

Beliau melanjutkan, iya Islam itu memang benar..dan melanjutkan cerita tentang kekagumannya atas kisah Nabi Ibrahim dan lanjutan kisah nabi Muhammad SAW saat itu dst..

Nama pemberian sejak lahir adalah Paskalis dan setelah masuk Islam diberi nama Muhammad Lutfi. Sekarang tinggal di Masjid Babussalam Timika sebagai pemegang kunci pintu masjid. Sekarang lagi giat-giatnya belajar Iqro dan sudah tidak pernah kembali lagi ke Asmat karena keluarganya disana sudah tidak menerima lagi tetapi masih terdapat satu kakak perempuan Pak Lutfi yang terus membela keyakinan yang telah dipercayai oleh adiknya ini. Semoga amanh dan makin berkah belajar agamanya Pak Lutfi.

 


Sebelum pulang saya sempat berfoto selfie dengan Bapak Muhammad Lutfi…

Seberapa bermanfaatkah kita kepada orang lain?

Sejak beberapa hari terakhir ini kadang saya bertanya kepada diri sendiri tentang apakah saya sudah bermanfaat bagi orang lain?

 

VACR7525

Di puncak bukit Kampung Dondaie – Danau Sentani, Jayapura bersama anak-anak setempat.

Diriwayatkan dari Jabir berkata,”Rasulullah SAW bersabda,’Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni)

Dan hadits tersebut sangat sering dilontarkan oleh penceramah ketika membahas tentang kehidupan mabusia. Melalui blog ini saya mencoba berusaha berbagi tentang pengalaman yang pastinya masih sangat sedikit namun berharap bisa menjadi manfaat bagi teman-teman yang membacanya.

Bismillah…