“Diserang” Penyakit Malaria di Inggris

Siang itu tiba di Liverpool dari London naik kereta, disambut hujan yang tiba-tiba turun deras. Apartemen yang sudah kami booking sangat dekat dari stasiun. Makanya udah kadung jalan eh diguyur hujan. Saya yang memang agak kurang fit sejak dua hari terakhir jadinya agak takut kehujanan.

Alhamdulillah beberapa saat kemudian hujan reda dan kunci apartemen juga sudah di tangan setelah bertemu dgn hostnya. Hari pertama di Liverpool kami manfaatkan beristirahat total. Munda dan kk Ochy berbelanja bahan masakan dan makanan di Tesco yang berada tepat di sebelah apartemen tempat kami menginap. Apartemen ini memang favorit karena lokasinya yang sangat strategis. dekat stasiun, tempat belanja, pasar tradisional, rumah sakit, museum dunia, perpustakaan serta beberapa tempat wisata terkenal yang tak seharusnya dilewatkan ketika mengunjungi kota Liverpool.

“Sejak tiba di London memang sebelumnya saya merasa kurang fit dan tubuh terasa lemas. Ketika berkeliling di sekitar Westminster pun kami sempat beristirahat di taman lumayan lama. Munda bermain dengan anak-anak sedangkan saya tidur di bangku taman untuk recovery badan yang terasa kurang enak. Hari berikutnya terasa lebih baik setelah diberikan obat “Solpadol” oleh co-host kami Allycat ketika sy menceritakan bahwa saya sedang kurang fit, kepala pusing dan badan menggigil. Akhirnya bisa beraktivitas kembali seperti biasa dan melanjutkan rencana perjalanan yang akan akan kami kunjungi.” 

Dini hari tiba-tiba saya menggigil karena kedinginan, rasanya betul-betul dingin dari biasanya.

Sambil berdiri saya memeluk istri (mencari kehangatan yg sudah mulai susah dgn adanya 2 krucil *uhukk) dan katanya dia seperti diguncang krn tubuh saya yang bergetar sedang menggigil hebat. Belum pernah saya alami sebelumnya seperti ini. Kami semua akhirnya terjaga saat itu. Tubuh terasa agak mendingan setelah menghabiskan segelas teh panas buatan istri.

Keesokan paginya saya memutuskan untuk ke rumah sakit terdekat. Seperti saya sampaikan sebelumnya terdapat rumah sakit yang jaraknya dekat dari apartemen. Rumah sakit tersebut adalah The Royal Liverpool University Hospital, makan waktu ± 7 menit berjalan kaki.

Deg-degan juga ke rumah sakit, mikir biayanya pasti mahallll hahaa..tapi untungnya sebelum berangkat selalu menyiapkan asuransi perjalanan untuk sekeluarga, jadinya agak tenang dan pede lah. Tiba di RS langsung ke meja reception mencari informasi bagaimana caranya saya bisa segera berobat disana. Selanjutnya saya diarahkan ke gedung sebelah yg tertulis ‘EMERGENCIES”.

Saat itu sekitar pukul 10 pagi di dalam gedung tersebut masih terlihat sepi. Sebuah ruangan berukuran besar yang didalamnya ada sekitar 10 orang petugas RS. Seperti loket pendaftaran di RS di Indonesia jadi agak familiarlah. Saya dilayani oleh seorang petugas bapak-bapak yang usianya sy taksir antara 47-50 an. Ketika saya sampaikan bahwa saya ingin berobat, ditanyalah beberapa pertanyaan yang mandatory di RS tsb mungkin.

RS tampak dari depan

Apakah anda punya asuransi yang berlaku di wilayah Eropa dan Inggris? Tanya-nya..Sy jawab tidak punya.  Dalam hati “wah bisa berobat gak yah?”. Ternyata kemudian beliau hanya meminta paspor sy untuk di-copy dan mengisi kolom siapa yang bisa dihubungi dalam keadaan darurat.

Menunggu sejenak kemudian dipanggil di loket sebelah untuk konfirmasi dan langsung diarahkan ke perawat pertama untuk layanan awal spt ukur tekanan darah dll. Untuk mengurangi “derita” yang saat itu saya rasakan maka diberikan paracetamol sebagai pain killer. Prosedur disini diperiksa oleh dua perawat yang berbeda di ruangan berbeda pula kemudian menunggu antrian berikutnya untuk menu utama yaitu meet the doctor.

Antrian pemeriksaan dokter sudah mulai ramai, kira-kira  20 menit menunggu giliran barulah nama saya dipanggil. Dari ruang antrian tadi saya hanya melihat sebuah pintu dengan lorong kecil orang keluar masuk jadi saya mengganggap bahwa di dalam hanya terdapat seorang dokter yang akan memeriksa. Ternyata lorong yang terlihat dari luar itu pendek yang setelah kita lewati akan masuk ke ruangan luas dengan beberapa bilik berukuran besar untuk pemeriksaan pasien. Daaan dokternya juga banyak.

Masuk ke ruangan pemeriksaan tersebut langsung kebayang serial tv popular asal Amerika, Grey’s Anatomy. Suasana ruangan, kesibukan para dokter dan perawat yang mondar-mandir, pakaiannya pun warnanya menurut saya sama persis dengan seperti yang terngiaing di benak saya mengingat film tersebut.

Saya diperiksa oleh seorang dokter yang cantik dengan kisaran usia  30-35 an kalo gak salah. Saya perhatikan pasien diperiksa dengan masing-masing satu bilik yang lumayan luas dengan satu dokter khusus pula. Dan satu hal perlu diketahui, pada saat melewati pintu yang sempat saya sebutkan di atas tadi maka signal telepon akan hilang. Di ruang pemeriksaan tersebut tak ada suara handphone yang mungkin saja bisa mengganggu fokus para dokter.

Dokter melakukan pengecekan setiap 15-30 menit, ingin mengetahui bagaimana perkembangan kita, apa yang kita rasakan sekarang. Saat itu secara bertahap yang diperiksa adalah sampel darah, urine dan foto thorax. Setelah ketiga pemeriksaan tersebut secara bertahap lanjutlah saya diinfus dengan tambahan beberapa obat. Setiap tindakan yang akan dilakukan ke pasien selalu dijelaskan secara detail. Dalam hati bergumam, sedangkan diperiksa dokter di Indonesia kadang saya masih kurang mengerti dan pasrah apalagi ini dijelasin dengan bahasa Inggris dan panjang hadeuh hahaa.

Sudah lebih 2 jam saya terbaring di ruangan itu dengan mati gaya krn gabisa internetan di hp *halah. Dan tersadar pasti istri saya sudah khawatir menunggu kabar. Akhirnya saya meminta ijin untuk keluar dari ruangan tersebut dengan alasan mau mengabari keluarga yang sedang menunggu di rumah. Alhamdulillah diperbolehkan dan disampaikan untuk segera masuk kembali setelah selesai.

Benar saja, pas keluar dari ruangan tersebut muncullah notif whatsapp  beberapa kali dari istri. Barulah mengerti setelah saya sampaikan bahwa keadaan saya baik-baik saja dan sedang menunggu hasil pemeriksaan selanjutnya.

Selang beberapa jam kemudian dokter datang lagi dan menjelaskan bahwa semuanya dalam keadaan normal dan tidak ditemukan kejanggalan dari hasil pemeriksaan lab tadi. Kemungkinan terdapat infeksi pada bagian yang lain. Dan disampaikan pula akan dilakukan pengambilan darah kedua untuk pemeriksaan rutin termasuk malaria, HIV dll. Katanya ini rutin dilakukan disini , trus bertanya  apakah saya bersedia atau tidak? Ternyata masih disuruh milih juga, saya bilang bersedia lah. Akhirnya hanya sampai pada tahap ini dokter tersebut memeriksa saya. Untuk selanjutnya karena sudah mengarah pada pemeriksaan penyakit endemis tropis maka akan datang dokter baru lagi yang sesuai dengan bidangnnya yang akan menangani. Namun untuk sementara karena dalam tahap pemeriksaan maka selanjutnya ditangani dulu oleh medical doctor yang sy agak kurang mengerti gmn maksudnya hahaa. Intinya dokter tersebut adalah perempuan usianya sy taksir 35-40 an dan bisa saya pastikan beliau adalah keturunan India.

Hingga sore kira-kira pukul 6.30 hasil darah saya masih juga belum ada dan oleh dokter yang menangani saat itu menganjurkan bahwa harus rawat inap. Tetapi saya meminta supaya saya tidak tinggal di RS dengan alasan sedang traveling bersama anak kecil dan bayi. Setelah cairan infuse habis sekitar sejam kemudian saya dibawa ke ruang perawatan lantai 3 menggunakan kursi roda. Gaya amat didorong padahal bisa jalan sendiri sebenarnya. Perasaan saya sore itu sudah lebih baik dari sebelumnya mungkin krn cairan infuse dan tambahan lainnya.

Dan ternyata oh ternyata mungkinkah terjadi miskomunikasi antara dokter dan perawat atau memang saya dipaksa untuk tinggal karena langsung dibawa ke kamar dan tempat tidur saya sudah tersedia dengan rapi beserta gantungan infusnya. Saya langsung berdiri dan bertanya ke perawat yang sedang berada di ruangan tersebut. Seorang perawat pria India dan 2 orang perawat wanita yang satunya ternyata dari Philipina dan satunya lagi sepertinya orang Inggris sendiri.

Saya : Kenapa saya dibawa kesini?

Perawat : ya anda kan sedang sakit, ya harus dirawatlah

Saya : saya sudah sembuh dan tidak mau dirawat inap (berbicara dgn angkuhnya hadeuh). Sudah saya sampaikan tadi ke dokter bahwa saya mau pulang ke rumah. Dan dokter menyampaikan bahwa saya harus bertanda tangan surat pernyataan bahwa bersedia menerima segala risiko pribadi dan RS tidak bertanggung jawab.

Perawat : Baiklah, mohon tunggu sebentar ya kami hubungi dokternya terlebih dahulu.

Selang beberapa menit kemudian saya dibawa ke ruang perawat untuk menandatangani surat pernyataan tersebut. Pada kesempatan itu pun saya sudah tidak sabar untuk segera kembali ke apartemen dan tak sabar pula menunggu kabar berapa total biaya yang harus sy bayar hiks deg deg serr.

Saya : surat pernyataannya sudah sy tanda tangani. Dimana saya bisa menyelesaikan administrasi seluruh perawatan yang saya dapatkan tadi?

Perawat : (bingung) maksud anda?

Saya : dimana saya harus bayar biaya layanan yg saya dapatkan di RS ini?

Perawat : (sambil tersenyum) oh tidak ada biaya yang perlu dibayar di RS di Inggris.

Saya : heh? Serius? (Betul2 speechless) Gila ya pemerintahan kalian. Jadi saya langsung pulang saja?

Perawat : hehe..ya itu gratis dan silahkan pulang. Kalau belum sembuh total silahkan datang kembali kesini. Pintu kami terbuka lebar.

Saya berjalan keluar dari RS dengan senyum-senyum sendiri kagum luar biasa. Bisa-bisanya saya warga pendatang dilayani dengan sangat baik tanpa membeda-bedakan dengan warga negara mereka sendiri tanpa dipungut biaya sepeser pun.

Alhamdulillaaah..sampai di apartemen ketemu lagi dengan munda, kk, adek..

Malam itu kami semua tidur lebih cepat. Pukul satu dini hari saya terbangun lagi karena menggigil kedinginan, menggigil parah. Munda terbangun, merawat sebisanya dan saat itu memutuskan bahwa harus segera ke RS lagi. Tapi menunggu hingga waktu Subuh sekalian selesai sholat baru kesana.

Selesai Subuh kisaran pukul 3.15 am saya berangkat sendiri ke RS, kali ini menggunakan Uber mengingat di luar suhu masih sangat dingin. Dengan memasang “muka tebal” saya menyerahkan surat yg sudah sy tanda tangani sebelumnya dan menyampaikan bahwa saat ini sy kembali menggigil. Jam segitu bayangan saya pendaftaran antrian RS bakal sepi tapi ternyata masih banyak juga pasien yang datang. Melihat keadaan saya, tanpa melalui antrian saya langsung dipanggil oleh perawat masuk ke ruang perawatan Emergency (yg ga ada signal di dalamnya). Darah saya diambil lagi sebanyak 5 spoit, wih lemes. Kemudian diperiksa oleh perawat dan dibawa ke ruang khusus dgn kapasitas 1 orang. Nih sempat selfie 😅

Dokter jaga dan perawat melayani sy dengan sangat baik. Menyampaikan prosedur secara detail dan menenangkan bahwa saya berada di RS yang memiliki tenaga ahli professional. Tenang, penyakit anda tidak terlalu parah dan anda berada di tangan yang tepat.

Saya dibiarkan berisitirahat di ruangan tersebut sekitar 2,5 jam yang selanjutnya dibawa ke kamar perawatan lantai 3. Dalam perjalanan berdoa mudah-mudahan bukan kamar yang kemarin soalnya kan malu udah nolak rawat inap eh ujung-ujungnya ternyata opname juga hahaa. Daaan, jreng jreng..tetap di ruangan yang sama dengan pasien yang masih sama pula dengan yang kemarin untungnya mereka masih tidur jadinya saya langsung ambil posisi, pake selimut dan tidur jugaaa hahahaa.

Sejam kemudian saya mendengar para perawat datang ke ruangan menyapa sambil membersihkan tempat tidur. Hmm..perawat pria keturunan India yang bertemu dgn saya juga kemarin akhirnya lihat sy di kamar dan santainya berseru dengan suara nyaring, hey welcome back Muhammad! Yaelaah..bikin malu aja nih hahaa..tapi akhirnya jadi akrab. Saya yg ke RS ga ada perlengkapan segera diberi handuk dan perlatan mandi lainnya bahkan sampai sisir berwarna merah karena tau saya pendukung The Reds – Liverpool.

Setelah kamar bersih, sudah sarapan akhirnya dokter yang menangani saya berkunjung dan menjelaskan penyakit yang saya derita. Dokter datang bersama timnya yang khusus meneliti tentang penyakit Tropical Endemics. Alhamdulillaah disini ada juga obat malaria. Beliau menjelaskan bahwa saya terserang penyakit Malaria tapi belum bisa memastikan jenis malaria tersebut. Jenis penyakit malaria terdiri atas 4 yang mana salah satunya merupakan jenis yang sangat berbahaya bisa berakibat fatal jika terlambat diatasi sedang tiga yang lainnya dengan tingkat sedang dan rendah. Sempat berdiskusi dengan jenis malaria yang familiar di Indonesia, 2 jenis yang sangat familiar bahkan sebagai orang awam cuma kenal Malaria Tersiana dan Tropika. Namun ternyata istilah tersebut tidak dikenal disana, adanya sesuai dengan nama ilmiahnya. Dan pada akhirnya saya tau bahwa jenis malaria yang saya derita adalah Malaria Vivax.

Pada saat kita digigit oleh nyamuk malaria belum serta merta kita langsung kita menderita akibat dari penyakit tersebut saat itu juga. Tapi akan masuk ke dalam darah dan istilahnya “diam” di liver dan akan menyerang ketika kondisi daya tahan tubuh kita menurun. Maka dari itulah biasanya khusus di daerah Papua yang endemik malaria kadang orang-orang bilang kalau bekerja jangan terlalu capek karena malarianya bisa kambuh. Tapi apakah malaria bisa hilang total? Menurut dokter dan info yang saya baca ya bisa asalkan penanganannya tepat dari obat yang diberikan dikonsumsi sesuai aturan. Karena terkadang pasien berhenti meminum obat ketika sudah merasa sehat padahal obatnya harus dihabiskan. Termasuk jenis obat yg kecil dan harus dihabiskan selama 14 hari. Namun bisa saja kembali kalo digigit nyamuk malaria lagi. Maka berhati-hatilah kalo ada nyamuk jangan sampai dicipok atau gunakanlah lotion antinyamuk.

Alhamdulillaah..pengalaman yang sangat berharga dirawat di RS di Liverpool Inggris. Hari itu sebenarnya kami sekeluarga sudah punya tiket kereta menuju Edensor salah satu tujuan utama kami juga karena sudah lama terbayang sejak membaca tulisan buku dari Andrea Hirata yang sangat fenomenal itu. Namun apa daya manusia merencanakan Yang Kuasa-lah yang menentukan.

Namun hikmahnya adalah saya sebagai pecinta LFC dan jatuh cinta dengan kota Liverpool itu sendiri secara tidak sengaja merasakan benar-benar berbaur dengan warga Liverpool itu sendiri. Saya sekamar juga dengan orang tua yang usia nya sudah diatas 70 an namun sangat gaul dan berpengalaman serta sangat ramah berbagi informasi tentang kota itu. Katanya sudah 17 minggu berada di RS tersebut dan hari itu juga dia sudah diperbolehkan pulang. Spesialnya lagi dia adalh pendukung LFC dan sudah 25 tahun menjadi member. Jadi nyambung benerlah pembicaraan kami. Ini dia namanya Pak Peter :

Khusus layanan rumah sakit mulai dari pendaftaran, dokter, perawat, semuanya luar biasa. Menu makanannya kalo di negara kita mirip menu di restoran bahkan disediakan pula menu khusus yang halal.

Menunya ada beberapa lembar yang semuanya menggiurkan hehee..tp cukup yg di atas aja yg diupload mewakili

Dan ingat, GRATIS euy. Salut bener saya dengan Negara maju seperti  Inggris ini.

Mudah-mudahan Negara kita tercinta juga menuju kearah sana dengan fasilitas publik yang sangat membantu orang-orang.

Advertisements

Pertama kali menginap menggunakan AirBnB

Kali ini saya akan share pengalaman pertama menggunakan AirBnB.

Sebenarnya sudah lama meng-install aplikasi ini di handphone tapi karena sesuatu dan lain hal barulah berjodoh untuk digunakan hehee..

Bermula dengan adanya ajakan dari teman-teman kantor di Denpasar yang mengadakan acara rafting sekaligus mengundang ex personil yg pernah berstatus karyawan juga disana untuk bergabung.

Mumpung lagi di Bali dan hari libur mending extend aja sekalian silaturrahim dengan teman-teman. Karena ini urusan pribadi ya carilah tempat tinggal sendiri. Banyak sih teman-teman di Denpasar tapi ga enak ngerepotin.

Cek-cek aplikasi, wah kayaknya harus nyobain AirBnB nih.

Tampilan luar aplikasi AirBnB

Sebelumnya aplikasi ini sangat nyaman saya gunakan di handphone.

Namun sayang, entah itu pengaruh signal yg kurang bagus ataukah ada masalah terkait aplikasi ini di handphone, jadinya beberapa bulan terakhir sebenarnya butuh banget mencari penginapan via AirBnB tapi aplikasinya gabisa kebuka. Tampilannya pasti selalu seperti ini :

Tapi jangan risau karena masih bisa diakses koq melalui PC. Yakali saat jalan-jalan sambil bawa PC/Laptop ((?)) kecuali sambil kerja ya ok lah. Etapi kalo emang niat ya booking aja jauh-jauh hari. Misalnya pas lagi di depan PC/Laptop.

Salah satu hal yang perlu diketahui adalah apabila setuju untuk booking di aplikasi ini maka secara otomatis saat itu juga harus dilakukan pembayaran. Biasanya di debet dari Kartu Kredit yg kita masukkan.

Dan ketika selesai melakukan transaksi maka secara otomatis alamat jelas, nomor telepon host, map detail dsb akan terbuka yang sebelumnya di-lock oleh sistem AirBnB.

Berdasarkan beberapa pengalaman saya setelah melakukan booking, saat itu juga saya salin nomor handphone host-nya dan menghubungi via Whatsapp untuk konfirmasi. Jelaskan jam berapa rencana kedatangan, cara mudah menuju lokasi dan pertanyaan umum lainnya.

Sebenarnya ada fasilitas kirim pesan di aplikasi namun saya lebih nyaman menghubungi langsung host via WA.

Mendekati hari H, AirBnB akan mengirimkan email reminder terkait booking-an tsb. Seperti ini :

Well..betapa sangat mengesankannya pertama kali menginap menggunakan aplikasi AirBnB.

Coba perhatikan kamarnya, can you guess how much I paid for that room?

Jreng..jrengg…

Atau dirupiahkan saat itu kalo ga salah ingat sekitar Rp 143.000,-.

Sangat murah…

Dan melihat review orang-orang yang pernah menginap memang sangat direkomendasikan.

Memang betul, sesuai dengan gambar..bahkan kamarnya sangat luas.

Berikut tampilan gambar yang sempat saya abadikan :

Tampilan depan

Tampilan pertama ketika pintu dibuka

Romantis banget euy bed-nya

View panorama

Masih sempat selesakan pekerjaan dan kirim jam 1 dini hari hahaa..

Di ruang selanjutnya terdapat ruang dapur dan kamar mandi. Di kamar mandi juga terdapat water heater dan toiletries. Lupa gambarnya simpan dimana. Pokoknya dengan harga semurah ini sangat melebihi ekspektasi saya.

Eh btw, abis coba pake wifi di hp eh aplikasinya bisa kebuka ternyata. Emang masalah signal aja sih.

Berhubung waktu itu jam 06.30 am sudah harus check out, so….

Mari tiduuuurrr…

Ayo dicoba-coba menggunakan AirBnB. Asik lah pengalaman baru…

Menginap di Pullman Hotel Kuta, Bali

Awal tahun 2017 sekitar pertengahan February bertepatan dengan Pilkada serentak seluruh Indonesia hari itu tgl 15 kebetulan pula sy ada dinas di Denpasar.

Dalam hati waaah pas bener nih. Saya yang masih ber-KTP Denpasar senanglah dan bergumam akhirnya saya jadi warga negara yang baik ini, mau ikut nyoblos ah.

Nih KTP nya sdh siaaapp :

Well, ketika tiba di bandara dijemputlah oleh driver kantor menuju ke hotel. Masuk mobil sy langsung nanya, gimana Pilkada hari ini bli? Masih ramai? Krn sy berniat untuk mencari TPS yang sesuai dgn alamat sy.

Dan dijawab sama Pak Supir, disini ga ada pemilihan mas. Masih lama masa jabatannya.

What??? Hadeuh…pupus sudah harapan menjadi warga negara yg baik krn selama ini mmg jika ada pemilihan kepala daerah bahkan pemilihan presiden pun sy sangat jarang ikut serta dikarenakan tidak berada pada tempat tinggal sesuai KTP di saat pemilihan. Padahal pan juga mau pamer jari yg sudah dicelup tinta..hahahaaa alayers..

Yasudah antar aja langsung segera ke hotel pak.

🚎💨💨💨

Tiba di Hotel Pullman

Lokasi hotel ini sangat strategis karena pintu gerbangnya menghadap langsung ke Pantai Kuta. Pantai yang pastinya sangat terkenal di Bali. Tempat para pencari sunset dan tempat bagi orang yang pertama kali ke Bali pasti akan cari pantai ini.

Pantai Kuta, gambar ini diambil di pagi hari saat sedang lari pagi. Dan banyak (((sampah)))

Sambutan yang hangat di Pullman Hotel. Kebetulan pula acara meetingnya akan dilakukan disini jadi semua sangat terkoordinir. Dan untuk check ini sudah disiapkan ruangan khusus.

Duduk sejenak, isi registrasi dapat kuncinya dan langsung ke kamar. Hotel ini sangat luas dan terdiri dari beberapa gedung. Kalo ga salah sy dapat kamar di gedung tiga.

Ini dia kamarnya…

Dari arah pintu kamar

Ngambil gambar dari teras

Kece bener kamarnya…kalo bayar sendiri mungkin ga nginep sini hahaa

Its free for you..yess you!

Kamar mandinya luaas bgt, makanya gambarnya pake “panorama” spy keambil semua.

Puas ngambil gambar di kamar saatnya istirahat sejenak sambil browsing apa sih yang terkenal di hotel yang sangat luas ini.

Ternyata banyak yang posting tentang indahnya melihat sunset dari pool.

Akhirnya sore itu bareng Bang Ardi naik ke pool di lantai 3 gedung 1. Benar saja sudah banyak orang menunggu terbenamnya matahari disini. Ada yang berenang ada juga yang hanya sekedar duduk dan minum sambil menikmati indahnya pemandangan matahari terbenam.

Gini nih hasil hunting sunsetnya :

Matahari terbenam, sayup-sayup adzan Maghrib berkumandang dari kejauhan. Saatnya balik kamar. Pas berbalik ternyata ada acara di taman. Candle light dinner kali ya, romantis buanget sambil diiringi musik. Yaudah karena ga bawa pasangan jadinya kebagian moto aja dah hahaa..

Benar-benar memanjakan para tamunya. Yang pastinya sediakan fulus yg banyak dah kalo kesini.

Karena ga diajak dinner *hikz yaudah aku balik kamar aja dlu sholat Maghrib

Malam itu…mmmm..

Sebenarnya mau istirahat saja dulu tapi teman ada yang lapar trus makannya mau di Beachwalk. Hmm, eleh eleehh…

Yaudahlah krn sy merasa masih orang Bali yg harus bersedia menjadi guide bagi teman yg membutuhkan hayuklah jalan.

Posisi hotel ini memang sangat strategis karena berada di poros Kuta yang berjejer banyak tempat makan, nongkrong dan Mall.

😴😴😴

Pagi hari saat breakfast barulah kelihatan banyaknya tamu yg menginap di hotel ini. Ruameee..dan mayoritas bule dan pakle. Manajer restorannya juga anak muda daan expat..

Jadi saran buat yg Muslim boleh perhatikan baik-baik mana bagian “khusus” yang tidak boleh untuk dikonsumsi. Pihak hotel sudah memisahkan koq, tapi baca yaaa..

Lanjut acara..sy agak komplain sama panitia krn menu makan siangnya dipilih menu Table D’hote atau biasa disebut set menu. Hmm…jadi ingat masa kuliah Pariwisata dulu, ketika teman-teman di Manajemen Tata Boga sudah masak dan dihidangkan oleh teman-teman Manajemen Tata Hidangan di retoran maka mahasiswa Manajemen Perjalanan seperti sy yang siap siaga melahap hasil kreasi mereka. Saat itu sy merasa tidak salah pilih jurusan hahaa..enaknya jd mahasiswa yg nge-tes makanan.

Kata teman panitia ya sekali-kali lah pake menu kayak gini, supaya bervariasi. Iyalah tapi perut udah terbiasa nih nyari nasi dan lauk langsung hehee..tapi gpplah dinikmati saja, gratess..Begini menunya :

Ada 2 menu yg lupa didokumentasikan, ini aja cukuplah..yg pastinya setelah ini sy cari makan yg lain lagi 😅

Over all sangat senang nginap di Pullman Hotel Bali, semoga bisa kesini lagi nanti dan bisa bawa keluarga.

Orang Indonesia Terobos Antrian di Imigrasi Malaysia

Assalamu alaikum teman semua. Sudah lama buanget rasanya ga menyentuh blog ini. Terakhir kali postingan pada bulan Mei tahun ini. Wow hampir 6 bulan vakum tak menulis padahal bahan tulisannya sebenarnya banyak bgt untuk dibagi tapi koq rada malas ya nulisnya. Doakan saya teman-teman mudah-mudahan bisa se-konsisten kalian dalam menulis.

Lanjut ~~~

Sesuai judul tulisan di atas saya akan membahas sebuah perbuatan yang kurang mencerminkan sebagai orang Indonesia. Bukan gosip kan kalo kyk gini? 😂🙏🏽

Bulan Oktober kemarin keluarga kecil kami melakukan perjalanan ke Eropa. Namun seperti biasanya karena dapat tiket promonya yang murah rah rah itu maka startnya dari Kuala Lumpur – Malaysia.

Karena berangkat dengan baby dan toddler jadi jadwal spare untuk lanjutan pesawat sengaja agak jauh supaya bisa santai-santai.

Beginilah penampakan tim hore kami :

Baru tiba di KLIA 2

Menuju Imigrasi

Yess, kalo santai bisa bebas foto-foto..penumpang yg lain udah pada jalan duluan. Berharap ketika sampai di imigrasi antrian sudah tidak terlalu ramai.

Well, sesuai perkiraan antriannya agak kosong tapi terlihat bahwa antrian baru saja selesai ramainya dengan pembatas yang masih berliku.

Ilustrasi gambar ngambil dari google. Ga berani ngambil gambar soalnya.

Jadi meski pembatas antrian berliku saya tetap berjalan gendong Ochy dan munda dorong adek Yui di stroller.

Nah ternyata masih ada penumpang entah baru datang kali ya di belakang kami. Dan ada seorang perempuan dengan rambut pirang penampilan kerenlah ala2 wanita sporty kece jaman now dengan usia yg sy taksir sekitar 35 tahunan sedang berdiri di petugas imigrasi yg berada paling kanan.

Tiba-tiba petugas imigrasi yg tadinya berdiri mengarahkan ke antrian masuk berbicara agak keras dan datang menegur ke perempuan tersebut.

Dengan bahasa Melayu yg dapat saya artikan seperti ini (dengan suara lantang) : kenapa kamu tidak ikut aturan antri mengikuti jalur? Kenapa angkat2 pembatas antrian? Dijawab oleh perempuan tsb “jauh mutarnya” disini juga kosong.

Makin marahlah bapak petugas tsb..”mana paspor dan tiketmu? Kamu darimana hah? Dijawab lagi : Indonesia…kamu macam tak sekolah saja”

Sambil periksa paspor perempuan tsb bapak itu mengoceh lagi, wah ini ada visa Schengen di paspor tapi tak tau aturan..

Dalam hati saya yg melihat langsung pengen banget teriak tangkap aja itu pak, bikin malu hadeuh 😩

Setelah itu sy sudah tak memerhatikan lagi krn langsung maju ke petugas imigrasi lain yg kosong. Pas ketemu istri setelah pemeriksaan ternyata dia melihat memang perempuan tadi potong jalan dengan mengangkat pembatas antrian.

Duh kebiasaan kali ya motong antrian nih mbak..pengalaman pribadi sy sih pernah dipotong antrian emak2 di ATM 😅

Semoga orang-orang seperti ini sudah tidak ada lagi ya selanjutnya. Dan pastinya kita-kita bukan yg termasuk orang spt itu. Bikin malu bawa nama negara euy.

Sekian dulu ceritanya, intro-nya aja dulu..selanjutnya hmm, mudah2an rajin yaakk..

Silaturahmi atau Silaturahim?

Tags

Menarik tausiah tujuh menit yang disampaikan oleh imam muda saat jeda Isya dan tarwih di mushollah dekat rumah semalam. Saya coba mengulas kembali apa yang saya pahami terkait yang disampaikan beliau.
Dibuka dengan pertanyaan, sebenarnya yang mana sih yang benar antara Silaturahmi atau Silaturahim? Nah loo golongan manakah kita???

Dalam hati saya langsung menjawab, yah palingan sama-sama artinya bedanya itu dari bahasa Arab jadi serapan di bahasa Indonesia…dheg!

Jadi penjelasannya yaitu Sila dalam bahasa Arab diartikan sebagai menyambung sedang Rahmi adalah rasa sakit yang diderita seorang ibu yang akan melahirkan. Berarti jika kita menyebutkan bahwa saya akan bersilaturrahmi ya tau sendiri kan jawabannya? Menyambung rasa sakit yang…

Sedang Rahim itu sendiri artinya adalah kasih sayang. Jadi Silaturrahim berarti menyambung kasih sayang.

Oke pace mace, kaka ade, tete nene dorang kalo ditanya mau kemana sebaiknya sih dijawab mau Silaturahim ke rumahnya si fulan.

Next..

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌالحجرات

Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti. (QS. Al Hujurat : 13)

Pada Surah Al Hujurat ayat 13 di atas disampaikan bahwa kita dijadikan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar saling kenal-mengenal. Bisa dibayangkan ketika hanya ada satu suku bangsa di dunia, bisa saja kita tak akan peduli untuk mengenalinya. Hmmm..Terkait dengan Silaturrahim sudah sangat sering kita dengar tausiah maupun ceramah yang menganjurkan untuk perbanyak silaturahim. Salah satu ayat dalam Al Qur’an yaitu :

يا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ واحِدَةٍ وَ خَلَقَ مِنْها زَوْجَها وَ بَثَّ مِنْهُما رِجالاً كَثيراً وَ نِساءً وَ اتَّقُوا اللَّهَ الَّذي تَسائَلُونَ بِهِ وَ الْأَرْحامَ إِنَّ اللَّهَ كانَ عَلَيْكُمْ رَقيباً

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. ( QS. An-Nisa ; 1 )

Banyak sekali manfaat dari silaturahim ini yaitu memperpanjang usia juga menambah rejeki.

Jadi kepikiran, saya ada teman namanya Rizky dan baru saja menikah. Mungkin saja istrinya sering silaturahim jadinya dia bisa dapat si Rizky (rejeki) *krik krik krik garing ah..

Ada satu kisah riwayat seorang sahabat yang sangat suka jika didatangi oleh banyak teman untuk silaturahim di rumahnya. Dan hal itu sering terjadi namun istrinya tidak suka dgn seringnya banyak orang yang datang ke rumah mereka. Suami istri ini seringkali berdebat ketika tamu sudah pada pulang. Akhirnya sang suami curhat ke Mama Dedeh, *curhat dong maaa.. Eh salah, sahabat menceritakan hal ini kepada Rasulullah SAW bahwa dia senang jika orang datang ke rumahnya tapi istrinya tidak suka. Rasulullah menjawab, baiklah sahabat besok kami akan beramai-ramai ke rumahmu untuk bersilaturrahim.

Keesokan harinya benar rombongan rasulullah mendatangi rumah sahabat. Laiknya silaturahim dijamu dengan makanan kesukaan nabi oleh tuan rumah. Dan berjalan lancar seperti yg seharusnya. Sebelum pamit rasulullah memanggil istri sahabat kemudian menyampaikan : wahai istri sahabat, tahukah Anda keistimewaan silaturahim?…jadi ketika para tamu-tamu selesai bersilaturahim dan beranjak meninggalkan rumah tsb maka dosa-dosa yang ada atau yg telah dilakukan oleh tuan rumah ikut pergi atau berguguran. Semakin banyak dan sering rumah tersebut didatangi oleh orang untuk bersilaturahim, semakin banyak pula dosa-dosa di dalam rumah tersebut yang berguguran. Tapi ingat ya silaturahim dalam arti hal yang positif (jangan disalahartikan ke negatif yoo).

Jadi sering-seringlah bersilaturahim karena selain menambah rejeki, memperpanjang usia (berkah) juga bisa menggugurkan dosa-dosa.

Wallahualam bissawab..

Wisata ke Danau Love Emfotte, Jayapura – Papua

Tags

,

Ochykun di Danau Love Emfotte

Libur tlah tiba..libur tlah tibaaaaaaaaaaa hatiku…..(silahkan diisi sendiri sesuai isi hati nurani masing-masing, gausah pake hati orang lain apalagi hati-hati di jalan) *halah

Mumpung dalam 2 minggu ini ada dua kali libur weekdays pas di hari Kamis trus Jumat-nya macam kejepit gitu hmm..kayaknya asik ya bagi yang suka kelayapan alias yang suka menghabiskan duitnya di “jalan-jalan” yang benar.

Lanjuuut…

Jadi..menikah pada bulan September 2013 dengan kondisi istri masih banyak kesibukan di Makassar sedang sang suami pujaan hati yang tugasnya di Timika harus segera kembali ke tanah perjanjian, maka untuk sementara berpisahlah dua sejoli ini (hahaaa geli sendiri ngetik ini kalimat). Dua bulan berikutnya, setelah segala macam urusan dirampungkan dan mengalah soal kerjaan demi hidup bersama seatap se-permadani dengan pujaan hati maka menyusul-lah ke kota Timika.

Saat itu kebetulan juga saya terkadang sering dinas ke beberapa tempat di Papua yang pastinya menyediakan wisata alam yang sangat luar biasa, yah pasti pamerlah ke istri. Ceritanya sambil menyelam minuuuuumm Susu *eh air, bertugas plus halan-halan. Istri yang dari sononya tukang jalan dan udah ngebet banget explore Papua, cuman bisa dijanji iya deh nanti kalo waktunya pas kita ke Jayapura.

Waktu berjalan dan tanpa terasa terima SK harus pindah ke Bali pada pertengahan tahun 2014. Yasalam, harus segera ke tempat baru. Akhirnya janji mau bawa ke Jayapura pupus sudah.

Eeeh pertengahan 2015 dapat rejeki dan mengharuskan kembali ke Timika untuk mengabdi disana. Mimpi-mimpi istri untuk ke Jayapura yang dulu pernah pupus akhirnya dihidupkan kembali.

Singkat cerita akhirnya sebelum balik ke Makassar untuk menunggu proses lahiran anak kedua mampir dulu ke Jayapura. Itinerary yang dibuat salah satu yang menjadi paling utama adalah menuju ke Danau Love.

Menghubungi seorang teman yang sangat baik hatinya si Fe, yang sebelumnya pernah bareng jadi volunteer di 1000 Guru Papua (kapan2 ditulis pengalamannya) untuk meminta tolong kalo ada waktu bisa ditemenin. Kebetulan istri juga sudah kenal sebelumnya via ig dan pas ketemu udah klop trus langsung akrab juga dgn Ochy.
Hari pertama ada 3 tempat yang kami datangi tapi kali ini khusus di Danau Love aja dulu ya..

Setelah istirahat makan siang di daerah Sentani, langsung menuju ke tujuan utama yaitu Danau Love. Tim kwartet yg terdiri atas saya, istri, Ochy dan Fe langsung goo. Kira-kira saat itu menunjukkan pukul tiga sore. Atas saran Fe sebaiknya berangkat jam segitu supaya dapat sunsetnya.

Start di daerah Sentani menuju Waena trus masuk ke daerah Yoka yang merupakan jalan masuk ke Danau Love. Perjalanan menuju kesana makan waktu hampir dua jam karena sambil mampir di jalan ngambil gambar.

Gambar di atas merupakan jalan turunan yg seakan-akan tembus ke pinggir danau. Ketika melihat langsung wiiihh decak kagum luar biasa. Karena jalanan sempit dan turunan takutnya ada kendaraan lain yang akan lewat dan bisa dipastikan akan melewati jalan ini dgn kecepatan tinggi jadi ngambil fotonya dari atas mobil saja.

Sempat beberapa kali melewati masyarakat yang sedang berbenah membersihkan jalan dan area mereka. Sekaligus terkadang ada yang meminta sumbangan seikhlasnya.


Melewati jalan dengan pemandangan hijau segar di kanan kiri jalan membuat kami sering berhenti untuk hanya sekedar mengambil gambar.

Tepat sebelum melewati jalan tersebut di atas tertulis biaya masuk untuk mobil sebesar Rp 50rb namun tidak ada seorang pun yang menjaga jadi kami langsung belok. Palingan pulang sudah ada yang jaga.


Sore itu sepi pengunjung, hanya terdapat 2 mobil yang parkir. Itu pun tidak lama setelah kami datang mereka beranjak pulang. Pemandangannya luar biasa.



Dan disini kami baru tau bahwa ternyata nama danau tersebut sebenarnya adalah Danau Emfotte disesuaikan dengan nama daerahnya. Tetapi karena danau tersebut menyerupai bentuk love jadinya lebih dikenal oleh masyarakat sebagai Danau Love. Dan supaya lebih lengkap lagi maka digabunglah jadi nama yang lengkap yaitu Danau Love Emfotte.


Di sebelah kanan abis terbakar jadinya bentuk love agak kurang sempurna tampilan hijaunya. Tapi tetap saja memikat.




Di sekeliling danau kita bisa melihat pemandangan yang sangat memanjakan mata. Subhanallah…

Ochy juga sangaat senang disini. Sy dan istri masih di mobil eh Ochy ama Fe udah asik aja foto-foto.




Sunset sore itu juga kurang sempurna tapi kami sangat bersyukur bisa menikmati area danau serasa milik pribadi sepuas-puasnya.

Malam mulai menyambut, kami putuskanlah untuk segera pulang. Mobil kami melaju dengan kencangnya, kami semua terdiam. Entah apa yg ada di pikiran masing-masing. Melewati jalan gelap di tengah hutan saya membawa istri yg sedang hamil, anak yang baru berusia hampir 2 tahun serta seorang gadis.

Bismillahi tawakkaltu…

Akhirnya tidak lama saya melihat mobil beberapa ratus meter ke depan yang juga melaju, mengikuti dengan seksama yang ternyata juga menuju ke kota. Alhamdulillaah, perjalanan aman, lancar dan janji terpenuhi. Mission complete. Untuk Fe, terima kasih banyak yaaa udah ditemenin plus foto-fotonya yg kece abis.


Tooooo much LOVE in Lake of LOVE!

 

Wisata Alam Kali Kiura di Timika – Papua

Tags

,

Kali Kiura. Masih sangat alami, bening, suegerrr polll. Persembahan dari Alam *mbah dukun

Mas, lagi dimana? Saya baru aja nyampe rumah. Kenapa Pak Ton? Mau ikut gak ke Kiura bareng temen-temen udah pada di kantor nih. Oh jadi toh, oke meluncur sekarang.

Begitulah sepenggal percakapan dengan Pak Tony temen kantor di Timika. Udah berapa kali kami merencanakan untuk liburan akhir pekan ke tempat wisata alam yang lagi happening di Timika. Maklum daerah ini sangat minim dengan hiburan dan tempat wisata. Jadinya ketika ada info tentang tempat baru maka wajiblah kesana.

Siang itu kami berangkat dengan rombongan 3 mobil. Cara ini lebih hemat dan aman jika mengingat kondisi daerah yang akan dilewati menuju daerah tersebut, ada saja momen jalanan dipalang dengan berharap pungutan retribusi liar.


Perjalanan menuju ke Kali Kiura sangat menyenangkan, diiringi dengan canda dan bully di mobil hahaa..pemandangan di kanan kiri jalan yang memesona dan menyegarkan kembali pikiran yang dilanda kebosanan karena biasanya kalo akhir pekan panjang gini waktunya habis gangguin ochykun yg lagi lucu dan cerewet2nya.

Pada pemalangan pertama di area jembatan 3 orang lelaki dengan modus sekop kerikil yg sebenarnya ga perlu disekop hahaa.. kami dikenakan biaya Rp 30 ribu, mayan murahlah.

Selanjutnya lolos dari pemalangan karena kebetulan ada beberapa Brimob yang lagi berjaga di area jembatan yg minggu sebelumnya ada teman yang harus membayar di tempat tersebut.

Pos Ramil Kiura

Wajib lapor sebelum menuju Kali Kiura

Sebelum melewati jembatan terakhir ke destinasi, pengunjung harus melapor di pos tentara. Seperti pada gambar papannya tertulis Pos Ramil Kiura.

Setelah pos ini kita melewati satu jembatan lagi, dengan jalanan aspal sekitar 300 meter akhirnya mendapat “palangan” lagi..daan pemalangnya adalah mama-mama muda ada 3 orang. Di jalan raya beraspal muluuuss dipalang pake balok-balok, sayang lupa ngambil gambar. Ngotot utk 3 mobil masing-masing 50rb. Ada tiga orang teman yg berusaha nawar tapi yg dilawan emak-emak yasudahlah akhirnya sepakat 100rb 3 mobil. Kata mama satunya disini su murah tong kasi, nanti ada dapat lagi 2 sampe 3 palangan lebih mahal. Ini tong pu tanah. Hadeuhh, niat sudah bulat jalan aja. Setelah melewati jalanan aspal akhirnya keputus dapat jalanan masih berkontur batu-batu. Daaann beneer next PEMALANGAN coyyy. Nih dia :

Teman-teman pada turun bernegosiasi. Negosiasi yang aloooott dari yg sebelumnya. Bahkan sambil membahas gosip lambe turah *halah lelaki gosip hahaa..engga ding. Pokoknya adu argumen lah. Ada yg lucu dari cerita Umar. Sudah dijamin bahwa ini adalah palang terakhir dan biaya masuk adalah 100rb per mobil jadi harus banyar 300rb dong. Tawaran terakhir Umar minta 170rb kalo ga mau yasudah kami balik lagi ke Timika, sudah habis duit bayar palang terus (sambil berdiri balik badan menuju mobil).

Eh ternyata dikejar (ala-ala penjual di sentral yg ditawar barangnya sok jual mahal bahh). Om oke bayar sudah 150rb saja tiga mobil.
Umar berbalik *sambil kibas poni. Oke tapi kami sudah tidak mau ada palang lagi. Oke om, tong antar kesana.

Wohoooooo berhasil, berhasil, berhasilllll…nawarnya 170rb dikasi 150rb wahahaaa koplak 🤣..

Let’s enjoy KALI KIURA!

Kalinya di sebelah kanan ujung orang yang ramai di belakang sy tuh

Pasukan pembakar ikan diimpor langsung dari kotamadya Pare-pare sekampungnya Bapak tercinta BJ Habibie, inilah dia Tuanku Sultan Mahkutai

Noh, buang aja mantannya disini

 

Sederhana namun wenak eee

Para pangeran Kiura menunggu sang bidadari

Banyaak yang bisa dilakukan di kali Kiura. Airnya sangat bening, jernih dan deras, ditambah lagi suasanua alam yang sangat sejuk membuat badan menggigil kedinginan. Karena tak berbekal peralatan renang seperti ban jadinya meluncur dengan badan meski ragu dengan safety. 


Namun sangat menyenangkan terjun dari batu besar, membiarkan diri dibawa arus yang deras. Berikut review video trip to Kali Kiura :

 

Here we are…

Punya Kartu Jamsostek/BPJS Ketenagakerjaan bisa dapat DISKON?

Tags

Sering dengar gak orang-orang sering sebut BPJS? Hayooo, dibenak kalian langsung ingat apa kalo disebut BPJS?

Jadi BPJS itu kepanjangannya adalah Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial menyatakan bahwa yang dibentuk ada dua yaitu BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Untuk lebih detilnya silahkan di-gugling aja yaa.

Tapi kali ini bahasnya BPJS Ketenagakerjaan aja dulu..

Kartu Jamsostek & BPJSTK

Contoh Kartu BPJS Ketenagakerjaan & Jamsostek.                 sumber : kusnendar.web.id

Saya tertarik membahas sedikit tentang keuntungan apa sih yang bisa kita dapatkan sebagai peserta selain dari 4 program yang diberikan oleh BPJSTK ini?

Nah..yang selama ini banyak pekerja menganggap Kartu Jamsostek/BPJSTK hanya sebagai  “jimat’/penjaga dompet atau tempat kartu sehingga jarang dibawa kemana-mana, kali ini saya sarankan untuk simpan di urutan kedua prioritas setelah KTP yang ada di dompet tebal Anda!!!  Karena selain untuk jaga-jaga sekiranya di perjalanan atau di tempat kerja mengalami Kecelakaan Kerja yang mana dengan kartu tersebut bisa langsung dirujuk ke rumah sakit kerja sama RSTC (RS Trauma Center) yang ada di setiap area kerja BPJSTK tapiiiiiiiiii ini nih yang keren dan terbaruu yaitu bisa digunakan sebagai kartu diskon.

Kartunya ga ada biaya administrasi, malah nambah tiap tahun dari pengembangan saldo ehh ngasih diskon lagi dimana-mana.

Dengan kemajuan saat ini BPJSTK juga tidak ketinggalan inovasi dengan menjadi perantara yang menguntungkan bagi pengusaha dan tenaga kerja.

Pengusaha yang termasuk didalamnya berbagai macam toko, airlines, hotel, dealer motor dan mitra kerjasama lainnya yang telah melakukan MOU dengan BPJSTK memberikan potongan harga bagi peserta BPJSTK  yang datang dengan menunjukkan kartu Jamsostek atau BPJSTK-nya. Sangat mudah kan?

Tapi ingat ya, yang ada banner pengumuman kerja samanya..:)))

Untuk lebih jelasnya ta kasi linknya :

http://www.bpjsketenagakerjaan.go.id/co-marketing/

Tampilan yang akan muncul seperti ini :

comark

Sumber : bpjsketenagakerjaan.go.id

Halaman utama menunjukkan yang paling populer.

Tapi untuk saat ini saya coba di daerah timur Indonesia yaitu Kab. Mimika, cekidot…

ko tinggal turun naik, ko tinggal turun naik truuuss *joget

Co Marketing

Muncul dari hasil pencarian, kotanya tinggal klik

Mudah dan menguntungkan gak nihhh??? Semoga makin banyak kerjasamanya. Jadi mau nongkrong dimana kita malam ini? *sambil cek dan ricek tempat mana yg diskon hahaa..

Galang Dana 35 menit dapat 1 Milyar

Tags

, ,

Ada sebuah masjid yang berada di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua yg telah mulai dibangun sejak tahun 2010 tepatnya di daerah SP-2 tapi 7 tahun telah berlalu masjidnya belum juga rampung. Bahkan masih dalam tahap pembangunan dengan progres 20%. Kebetulan lokasi tempat tinggal saya sekitar 800 meter dari mesjid tersebut tapi belum pernah sekali pun saya menginjakkan kaki disana karena ada mushollah dekat rumah dan juga mikirnya masjid tersebut belum difungsikan.
“Masjid Baiturrahman” ~ inilah nama masjid yang dimaksud.
Penantian hingga tujuh tahun lamanya belum beranjak juga dari 20% progres pembangunan menjadi kekhawatiran oleh para ustadz dan pengurus masjid. Di saat seperti ini bisa diandaikan seperti orang-orang yang sedang galau atau pun sudah kepepet atau semacamnya maka muncullah ide brilian untuk melakukan penggalangan dana. Yang saya tangkap saat penjelasan, pelopor dari acara ini adalah Ketua Majelis Ulama Indonesia Timika. Secara kebetulan salah satu kru dari Trans TV untuk program acara tersebut masih ada hubungan (entah keluarga apa teman dekat) dengan pengurus Masjid Baiturrahman Timika. Jadi dengan jadwal show yang padat dari sang ustadz alhamdulillaah bisa juga dijadwalkan kunjungan ke Timika sekaligus meliput kota kabupten ini.

Rombongan kru Islam Itu Indah Trans TV tiba di Timika pada tanggal 8 April 2017 pagi. Dan ternyata sekaligus dilakukan kunjungan di beberapa tempat seperti di Kuala Kencana dan sekolah Yayasan Pendidikan Islam Timika serta meliput kuliner khas Papau yaitu Papeda.

Beberapa hari yang lalu ketika lari sore dan melewati Masjid Baiturrahman ini mmg saya melihat spanduk yang mengumumkan kedatangan ustadz Maulana tapi jeda waktu kedatangannya masih lebih dari 2 minggu jadinya sy bergumam ah nanti aja, palingan ada pengumumannya.

Pada tanggal 8 April 2017 hari Sabtu yang merupakan hari libur tetapi tetap menyempatkan diri ke kantor karena ada pekerjaan yang harus segera diselesaikan. Disela-sela itu ada saja yg menggoda untuk membuka hp ngecek medsos. Ketika membuka Instagram eh ada timeline dari anak sekolah SMK Yapis (yg mmg sy follow krn mereka pernah training di kantor) menginformasikan kunjungan Ust. Maulana dan rombongan ke sekolah mereka. Saat itu juga segera mencari info sebenernya kapan sih cerama di Masjid Baiturrahman? Jangan2 sy udah kelewat..yah sayang dah.
Nah krn hari Sabtu jadinya bisa cepat ke Babussalam tempat favorit untuk sholat Maghrib dan Isya. Biasanya masjid ini sepi banget sebelum jam setengah 6 sore, tapi kali ini sangat berbeda dari biasanya. Rameeee banget. Usut punya usut ternyata rombongan TransTV akan mampir menyapa malam ini disini. Suasana masjid riuh dengan suara ibu-ibu dan anak-anak.

Suasana di dalam masjid

Tiba di masjid Ust. Maulana dkk harus dikawal karena “keganasan” para ibu2 yg haus akan selfie bersama tamu ini. Hmmm..

Ust. Maulana dkk menyapa jamaah Babussalam

 

Akhirnya dilanjutkan dengan Sholat Maghrib yg diimami oleh rombongan Ust. Maulana. Subhanallah, sangat merdu suara imamnya yg ternyata masih sangat muda dan merupakan santri dari Ust. Maulana. Orang Bugis pale’..

Suasana yang ramai ketika Ust. dkk mulai melantunkan sholawat dan menyapa warga Timika. Kameramen dadakan pun bermuculan utk meliput. Maklumlah publik figur yg selama ini hanya bisa dilihat melalui siaran tv bisa bertemu secara langsung.

Ustadz yang super licah ini tetiba sudah di atas mimbar incarannya

 

Waktu yang digunakan menyapa jamaah Babussalam tidak terlalu lama karena kondisi kru TTV yg sejak datang pagi hari belum beristirahat hingga sore. Jadinya mereka pamit untuk ke hotel agar stamina terjaga untuk acara puncak besoknya.

 

Tibalah saat hari pelaksanaan yaitu tanggal 9 April 2016 tepatnya hari Ahad. Masyarakat Mimika mulai memenuhi masjid sejak pukul 6 pagi, namun saya sendiri nanti sekitar pukul 7.00 baru menuju kesana dan alhasil mendapat posisi tempat duduk yang kurang strategis.

IMG_6239[1]

Pembukaan oleh Pemda Mimika dalam hal ini diwakili oleh Sekda Mimika Bpk. Alusius You

Kirain udah telat ternyata Ustadz-nya datang pukul 9.20 WIT. Acara dimulai dengan pembukaan oleh Pemda Mimika yang diwakili oleh Sekda Mimika Bpk. Alusius You kemudian ketika selesai sambutan Ustadz Maulana dengan sigapnya “menodong” Pak You dengan bertanya berapa sih kira-kira sumbangan dari Pemda Mimika? Tapi dengan bijak menjawab kalau itu harus didiskusikan terlebih dahulu karena masuk ke anggaran daerah. Tetapi untuk pribadi beliau dengan ikhlas memberikan sumbangan Rp 10 juta yang diikuti oleh Ketua DPRD Mimika dan Kapolres Mimika masing-masing  5 dan 10 juta.

Tahap awal kita mendapatkan Rp 25 juta. Luar biasa Timika! sahut Ustadz Maulana. Sementara lagi semangatnya untuk memulai menggalang dana, MC lokal beberapa kali mencoba memotong beliau dengan maksud untuk menutup pembukaan tadi.

Ust Maulana : Ngapain sih daritadi suruh saya berhenti? Saya gasuka disela saat berbicara.

MC lokal : Mau ditutup dulu ustadz.

Ust Maulana : gausah, dan mulai dikumpulkan, kalo berhenti dana juga bernhenti, lanjut aja. Saya disampaikan oleh panitia untuk penggalangan dana setelah selesai ceramah tapi saya tidak mau. Ngapain ngumpulin dana setelah acara selesai? Orang-orang sudah pada pulang. Jadi harus dikumpulkan diawal dan diumumkan sesaat sebelum saya meninggalkan tempat ini.

Akhirnya acara pengumpulan dana untuk umum dimulai, sambil sang ustadz dibantu MC Fadly dan 2 ustadz lainnya untuk mengarahkan. Ada beberapa kotak besar disebar untuk pengumpulan dari  jamaah yang duduk dan MC memanggil tokoh masyarakat, pengusaha, pejabat untuk naik ke atas panggung dan selanjutnya “ditodong” untuk berpartisipasi dalam mewujudkan penyelesaian pembangunan masjid yang sudah terbengkalai selama 7 tahun.

Disinilah saya melihat bahwa Ustadz Maulana juga merupakan seorang negosiator ulung. Mengetahui bahwa di Kab. Mimika banyak perantau masyarakat dari Bugis Sulawesi Selatan maka dimanfaatkan pulalah momen tersebut. Salah satu contoh dari video di bawah ini :


Ibu tersebut dengan ikhlas menyumbang dana sebesar Rp 50 juta.

Satu lagi yang paling mencengangkan sebelum kejadian video di atas. Seorang ibu dipanggil berulang kali naik dan ketika di atas panggung cuma meng-iya-kan bahwa akan memberikan juga sumbangan dan tidak ingin menyebut angkanya. Berulang kali dibujuk oleh ustadz untuk untuk menyebut jumlah yang akan disumbangkan tapi Ibu tersebut enggan untuk mengatakannya. Akhirnya disampaikanlah oleh sang ustadz bahwa ini bukan untuk pamer tapi sekalian untuk memotivasi yang lain agar membantu pembangunan masjid ini. Daaann akhirnya lelah juga sang ibu ditanya kemudian menyebutkan bahwa akan menyumbang Rp 300 juta. WOW! Untuk daerah kabupaten spt ini nilai tersebut sangatlah besar. Ternyata memang keluarga ibu ini terkenal dermawan, bukan hanya di masjid ini beliau berpartisipasi tapi di tempat lain juga. Semoga semakin berkah dan makin bertambah rejekinya. Dalam hati berujar insya Allah I will, Aamiin..

Doa penutup..semoga berkah

Singkat cerita acara puncak selesai dan Ustadz Maulana menagih hitungan sementara sumbangan yang telah terkumpul. Dan disodorkanlah angka sebesar Rp 1 Milyar 35 juta dan itu belum termasuk dengan sumbangan bahan bangunan seperti beberapa trus pasir dan ratusan sak semen. Semoga Masjid Baiturrahman SP-2 segera selesai pengerjaannya dan bapak ibu yang telah berpartisipasi dterima amal ibadahnya oleh Allah SWT. Aamiiin ya Rabbal Aalamiin…

Bertemu secara tidak sengaja dengan muallaf dari Suku Asmat Papua

Tags

, , , ,

Masjid Babussalam merupakan masjid terbesar yang ada di Kota Timika yang letaknya sangat strategis di tengah pemukiman masyarakat yang ramai, bisa disebutlah sebagai masjid raya yang ada di kota ini. Secara pribadi sangat senang sholat disana karena suasananya ramai dan bacaan imamnya sangat enak didengar, terasa seperti di kota-kota besar atmosfirnya (anaknya suka ramean soalnya). Kegiatan keagamaan juga sering diadakan disini mulai dari event besar hingga yang kecil-kecil termasuk yang rutin membaca Al-Qur’an bersama-sama setiap malam Jumat.

Salah satu tempat makan lalapan favorit saya dan teman-teman kantor juga berada tidak jauh dari halaman masjid tersebut.

Seperti biasa malam ini (19 April 2017) saya menyempatkan diri untuk ikut sholat Isya berjamaah setelah Maghrib tadi sholatnya di kantor karena ga keburu kalo ke Babussalam. Waktu Isya belum masuk namun mikirnya mending nunggu di dalam aja sambil baca berita terbaru tentang pemilihan Gubernur DKI yang sangat fenomenal.

Nah, setelah sholat Tahiyatul Masjid saya rasa ada yang aneh koq sepertinya ada yang kurang di kantong celana? Biasanya ada yang ngeganjel..hmm dan ternyata kejadian 3 minggu yang lalu terulang lagi. Kunci mobil ketinggalan di dalam mobil yang terkunci hiks! Entah ini pengaruh U…..sia atau emang lagi pelupa yak! Kalo udah kayak gini ngetawain atas kebodohan sendiri itu lebih enak yaa hahaa..pura-pura santai di keramaian padahal deg-degan gabisa pulang ke rumah hahaaa..

Akhirnya sy minta tolong teman kantor untuk diantarkan kunci serepnya di Babussalam. Dan jawabnya mungkin agak lama karena lagi makan dan masih ada kerjaan dikit. Yaudah saya sholat Isya dan setelah itu sekalian makan malam di RM. Lumayan yang berada di depan masjid.

Sambil meluruskan badan dan membiarkan makanan turun ke perut jadinya istirahat duduk sejenak di teras depan masjid. Suasana terlihat sepi karena waktu telah menunjukkan pukul 8.30 dan lampu di dalam mesjid telah dimatikan. Tiba-tiba seseorang duduk dekitar setengah meter di sebelah kanan saya. Saya melihat sesosok laki-laki asli Papua yang saya taksir berusia di atas 40 tahunan.

Malam Om.. (Kata Om di Papua lumrah digunakan untuk lelaki berusia brp pun dan siapa saja, sama seperti kita menggunakan kata mas dan mbak di daerah lainnya *red) sapaku untuk membuka pembicaraan dan mengutarakan bahwa lelaki ganteng yang anda temani bicara ini sedang dalam kebimbangan karena terpilih sebagai wakil gubernur DKI tapi itu hanyalah mimpi  dan merasa bahwa dia adalah kembaran Sandi Uno *apeuu..faktanya lelaki dengan wajah yang tetap guanteng juga (versi istri saya ;p) bisa jadi mau numpang tidur di masjid karena gabisa pulang.

Om tinggal dimana? Ah sa tinggal di mesjid ini. Sa habis cet tembok pagar ini kemarin….dan seterusnya. Saya ini muallaf… Kemudian pembicaraan itu terpotong dengan datangnya teman (Dika & Dony) mengantarkan kunci serep. Alhamdulillaaah pintu terbuka dan kunci aslinya berhasil diambil kembali. Dika & Dony pualng duluan dan saya masih ngecek mobil tiba-tiba didatangi om itu..”Su mau pulang?” eh iya om tapi lanjut dulu ceritanya tadi saya jadi penasaran koq bisa masuk Islam?

Sambil berdiri di samping mobil beliau bercerita. Dulu pernah tinggal di Malang selama 8 tahun lanjut bekerja di pelabuhan Tanjung Priok untuk kapal pengangkut kemudian diambil alih oleh perusahaan lain dan tetap bekerja di kapal tersebut tetapi berpindah tempat based-nya ke Lombok NTB. Selama bekerja di kapal beliau sekamar dengan orang Lombok dan ketika kapal bersandar lama di Lombok jadinya sering diajak nginap di rumah teman tsb.

“Suatu pagi setelah mandi dan sarapan  saya langsung mengutarakan ke teman kalo saya mau masuk Islam, lanjut Om..  Teman sy kaget ada apa? Tapi kemudian mengajaknya setelah Maghrib akan mengunjungi Kyai Besar yang ada di Lombok saat itu (lupa saya nama yang disebutkan). Ketika bertemu dengan Kyai disampaikan untuk berpikir kembali lebih matang karena ini terkait kepercayaan dan disuruh datang kembali seminggu berikutnya jika memang sudah yakin.

Nah sebgai pendengar saya juga ga sabar penasaran jadi langsung sanggah, Iya om kenapa sih mau masuk Islam? Kasi tau saya satu alasan saja kenapa..

Beliau melanjutkan, iya Islam itu memang benar..dan melanjutkan cerita tentang kekagumannya atas kisah Nabi Ibrahim dan lanjutan kisah nabi Muhammad SAW saat itu dst..

Nama pemberian sejak lahir adalah Paskalis dan setelah masuk Islam diberi nama Muhammad Lutfi. Sekarang tinggal di Masjid Babussalam Timika sebagai pemegang kunci pintu masjid. Sekarang lagi giat-giatnya belajar Iqro dan sudah tidak pernah kembali lagi ke Asmat karena keluarganya disana sudah tidak menerima lagi tetapi masih terdapat satu kakak perempuan Pak Lutfi yang terus membela keyakinan yang telah dipercayai oleh adiknya ini. Semoga amanh dan makin berkah belajar agamanya Pak Lutfi.

 


Sebelum pulang saya sempat berfoto selfie dengan Bapak Muhammad Lutfi…