Tags

, ,

Ada sebuah masjid yang berada di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua yg telah mulai dibangun sejak tahun 2010 tepatnya di daerah SP-2 tapi 7 tahun telah berlalu masjidnya belum juga rampung. Bahkan masih dalam tahap pembangunan dengan progres 20%. Kebetulan lokasi tempat tinggal saya sekitar 800 meter dari mesjid tersebut tapi belum pernah sekali pun saya menginjakkan kaki disana karena ada mushollah dekat rumah dan juga mikirnya masjid tersebut belum difungsikan.
“Masjid Baiturrahman” ~ inilah nama masjid yang dimaksud.
Penantian hingga tujuh tahun lamanya belum beranjak juga dari 20% progres pembangunan menjadi kekhawatiran oleh para ustadz dan pengurus masjid. Di saat seperti ini bisa diandaikan seperti orang-orang yang sedang galau atau pun sudah kepepet atau semacamnya maka muncullah ide brilian untuk melakukan penggalangan dana. Yang saya tangkap saat penjelasan, pelopor dari acara ini adalah Ketua Majelis Ulama Indonesia Timika. Secara kebetulan salah satu kru dari Trans TV untuk program acara tersebut masih ada hubungan (entah keluarga apa teman dekat) dengan pengurus Masjid Baiturrahman Timika. Jadi dengan jadwal show yang padat dari sang ustadz alhamdulillaah bisa juga dijadwalkan kunjungan ke Timika sekaligus meliput kota kabupten ini.

Rombongan kru Islam Itu Indah Trans TV tiba di Timika pada tanggal 8 April 2017 pagi. Dan ternyata sekaligus dilakukan kunjungan di beberapa tempat seperti di Kuala Kencana dan sekolah Yayasan Pendidikan Islam Timika serta meliput kuliner khas Papau yaitu Papeda.

Beberapa hari yang lalu ketika lari sore dan melewati Masjid Baiturrahman ini mmg saya melihat spanduk yang mengumumkan kedatangan ustadz Maulana tapi jeda waktu kedatangannya masih lebih dari 2 minggu jadinya sy bergumam ah nanti aja, palingan ada pengumumannya.

Pada tanggal 8 April 2017 hari Sabtu yang merupakan hari libur tetapi tetap menyempatkan diri ke kantor karena ada pekerjaan yang harus segera diselesaikan. Disela-sela itu ada saja yg menggoda untuk membuka hp ngecek medsos. Ketika membuka Instagram eh ada timeline dari anak sekolah SMK Yapis (yg mmg sy follow krn mereka pernah training di kantor) menginformasikan kunjungan Ust. Maulana dan rombongan ke sekolah mereka. Saat itu juga segera mencari info sebenernya kapan sih cerama di Masjid Baiturrahman? Jangan2 sy udah kelewat..yah sayang dah.
Nah krn hari Sabtu jadinya bisa cepat ke Babussalam tempat favorit untuk sholat Maghrib dan Isya. Biasanya masjid ini sepi banget sebelum jam setengah 6 sore, tapi kali ini sangat berbeda dari biasanya. Rameeee banget. Usut punya usut ternyata rombongan TransTV akan mampir menyapa malam ini disini. Suasana masjid riuh dengan suara ibu-ibu dan anak-anak.

Suasana di dalam masjid

Tiba di masjid Ust. Maulana dkk harus dikawal karena “keganasan” para ibu2 yg haus akan selfie bersama tamu ini. Hmmm..

Ust. Maulana dkk menyapa jamaah Babussalam

 

Akhirnya dilanjutkan dengan Sholat Maghrib yg diimami oleh rombongan Ust. Maulana. Subhanallah, sangat merdu suara imamnya yg ternyata masih sangat muda dan merupakan santri dari Ust. Maulana. Orang Bugis pale’..

Suasana yang ramai ketika Ust. dkk mulai melantunkan sholawat dan menyapa warga Timika. Kameramen dadakan pun bermuculan utk meliput. Maklumlah publik figur yg selama ini hanya bisa dilihat melalui siaran tv bisa bertemu secara langsung.

Ustadz yang super licah ini tetiba sudah di atas mimbar incarannya

 

Waktu yang digunakan menyapa jamaah Babussalam tidak terlalu lama karena kondisi kru TTV yg sejak datang pagi hari belum beristirahat hingga sore. Jadinya mereka pamit untuk ke hotel agar stamina terjaga untuk acara puncak besoknya.

 

Tibalah saat hari pelaksanaan yaitu tanggal 9 April 2016 tepatnya hari Ahad. Masyarakat Mimika mulai memenuhi masjid sejak pukul 6 pagi, namun saya sendiri nanti sekitar pukul 7.00 baru menuju kesana dan alhasil mendapat posisi tempat duduk yang kurang strategis.

IMG_6239[1]

Pembukaan oleh Pemda Mimika dalam hal ini diwakili oleh Sekda Mimika Bpk. Alusius You

Kirain udah telat ternyata Ustadz-nya datang pukul 9.20 WIT. Acara dimulai dengan pembukaan oleh Pemda Mimika yang diwakili oleh Sekda Mimika Bpk. Alusius You kemudian ketika selesai sambutan Ustadz Maulana dengan sigapnya “menodong” Pak You dengan bertanya berapa sih kira-kira sumbangan dari Pemda Mimika? Tapi dengan bijak menjawab kalau itu harus didiskusikan terlebih dahulu karena masuk ke anggaran daerah. Tetapi untuk pribadi beliau dengan ikhlas memberikan sumbangan Rp 10 juta yang diikuti oleh Ketua DPRD Mimika dan Kapolres Mimika masing-masing  5 dan 10 juta.

Tahap awal kita mendapatkan Rp 25 juta. Luar biasa Timika! sahut Ustadz Maulana. Sementara lagi semangatnya untuk memulai menggalang dana, MC lokal beberapa kali mencoba memotong beliau dengan maksud untuk menutup pembukaan tadi.

Ust Maulana : Ngapain sih daritadi suruh saya berhenti? Saya gasuka disela saat berbicara.

MC lokal : Mau ditutup dulu ustadz.

Ust Maulana : gausah, dan mulai dikumpulkan, kalo berhenti dana juga bernhenti, lanjut aja. Saya disampaikan oleh panitia untuk penggalangan dana setelah selesai ceramah tapi saya tidak mau. Ngapain ngumpulin dana setelah acara selesai? Orang-orang sudah pada pulang. Jadi harus dikumpulkan diawal dan diumumkan sesaat sebelum saya meninggalkan tempat ini.

Akhirnya acara pengumpulan dana untuk umum dimulai, sambil sang ustadz dibantu MC Fadly dan 2 ustadz lainnya untuk mengarahkan. Ada beberapa kotak besar disebar untuk pengumpulan dari  jamaah yang duduk dan MC memanggil tokoh masyarakat, pengusaha, pejabat untuk naik ke atas panggung dan selanjutnya “ditodong” untuk berpartisipasi dalam mewujudkan penyelesaian pembangunan masjid yang sudah terbengkalai selama 7 tahun.

Disinilah saya melihat bahwa Ustadz Maulana juga merupakan seorang negosiator ulung. Mengetahui bahwa di Kab. Mimika banyak perantau masyarakat dari Bugis Sulawesi Selatan maka dimanfaatkan pulalah momen tersebut. Salah satu contoh dari video di bawah ini :


Ibu tersebut dengan ikhlas menyumbang dana sebesar Rp 50 juta.

Satu lagi yang paling mencengangkan sebelum kejadian video di atas. Seorang ibu dipanggil berulang kali naik dan ketika di atas panggung cuma meng-iya-kan bahwa akan memberikan juga sumbangan dan tidak ingin menyebut angkanya. Berulang kali dibujuk oleh ustadz untuk untuk menyebut jumlah yang akan disumbangkan tapi Ibu tersebut enggan untuk mengatakannya. Akhirnya disampaikanlah oleh sang ustadz bahwa ini bukan untuk pamer tapi sekalian untuk memotivasi yang lain agar membantu pembangunan masjid ini. Daaann akhirnya lelah juga sang ibu ditanya kemudian menyebutkan bahwa akan menyumbang Rp 300 juta. WOW! Untuk daerah kabupaten spt ini nilai tersebut sangatlah besar. Ternyata memang keluarga ibu ini terkenal dermawan, bukan hanya di masjid ini beliau berpartisipasi tapi di tempat lain juga. Semoga semakin berkah dan makin bertambah rejekinya. Dalam hati berujar insya Allah I will, Aamiin..

Doa penutup..semoga berkah

Singkat cerita acara puncak selesai dan Ustadz Maulana menagih hitungan sementara sumbangan yang telah terkumpul. Dan disodorkanlah angka sebesar Rp 1 Milyar 35 juta dan itu belum termasuk dengan sumbangan bahan bangunan seperti beberapa trus pasir dan ratusan sak semen. Semoga Masjid Baiturrahman SP-2 segera selesai pengerjaannya dan bapak ibu yang telah berpartisipasi dterima amal ibadahnya oleh Allah SWT. Aamiiin ya Rabbal Aalamiin…

Advertisements