Tags

,

Ochykun di Danau Love Emfotte

Libur tlah tiba..libur tlah tibaaaaaaaaaaa hatiku…..(silahkan diisi sendiri sesuai isi hati nurani masing-masing, gausah pake hati orang lain apalagi hati-hati di jalan) *halah

Mumpung dalam 2 minggu ini ada dua kali libur weekdays pas di hari Kamis trus Jumat-nya macam kejepit gitu hmm..kayaknya asik ya bagi yang suka kelayapan alias yang suka menghabiskan duitnya di “jalan-jalan” yang benar.

Lanjuuut…

Jadi..menikah pada bulan September 2013 dengan kondisi istri masih banyak kesibukan di Makassar sedang sang suami pujaan hati yang tugasnya di Timika harus segera kembali ke tanah perjanjian, maka untuk sementara berpisahlah dua sejoli ini (hahaaa geli sendiri ngetik ini kalimat). Dua bulan berikutnya, setelah segala macam urusan dirampungkan dan mengalah soal kerjaan demi hidup bersama seatap se-permadani dengan pujaan hati maka menyusul-lah ke kota Timika.

Saat itu kebetulan juga saya terkadang sering dinas ke beberapa tempat di Papua yang pastinya menyediakan wisata alam yang sangat luar biasa, yah pasti pamerlah ke istri. Ceritanya sambil menyelam minuuuuumm Susu *eh air, bertugas plus halan-halan. Istri yang dari sononya tukang jalan dan udah ngebet banget explore Papua, cuman bisa dijanji iya deh nanti kalo waktunya pas kita ke Jayapura.

Waktu berjalan dan tanpa terasa terima SK harus pindah ke Bali pada pertengahan tahun 2014. Yasalam, harus segera ke tempat baru. Akhirnya janji mau bawa ke Jayapura pupus sudah.

Eeeh pertengahan 2015 dapat rejeki dan mengharuskan kembali ke Timika untuk mengabdi disana. Mimpi-mimpi istri untuk ke Jayapura yang dulu pernah pupus akhirnya dihidupkan kembali.

Singkat cerita akhirnya sebelum balik ke Makassar untuk menunggu proses lahiran anak kedua mampir dulu ke Jayapura. Itinerary yang dibuat salah satu yang menjadi paling utama adalah menuju ke Danau Love.

Menghubungi seorang teman yang sangat baik hatinya si Fe, yang sebelumnya pernah bareng jadi volunteer di 1000 Guru Papua (kapan2 ditulis pengalamannya) untuk meminta tolong kalo ada waktu bisa ditemenin. Kebetulan istri juga sudah kenal sebelumnya via ig dan pas ketemu udah klop trus langsung akrab juga dgn Ochy.
Hari pertama ada 3 tempat yang kami datangi tapi kali ini khusus di Danau Love aja dulu ya..

Setelah istirahat makan siang di daerah Sentani, langsung menuju ke tujuan utama yaitu Danau Love. Tim kwartet yg terdiri atas saya, istri, Ochy dan Fe langsung goo. Kira-kira saat itu menunjukkan pukul tiga sore. Atas saran Fe sebaiknya berangkat jam segitu supaya dapat sunsetnya.

Start di daerah Sentani menuju Waena trus masuk ke daerah Yoka yang merupakan jalan masuk ke Danau Love. Perjalanan menuju kesana makan waktu hampir dua jam karena sambil mampir di jalan ngambil gambar.

Gambar di atas merupakan jalan turunan yg seakan-akan tembus ke pinggir danau. Ketika melihat langsung wiiihh decak kagum luar biasa. Karena jalanan sempit dan turunan takutnya ada kendaraan lain yang akan lewat dan bisa dipastikan akan melewati jalan ini dgn kecepatan tinggi jadi ngambil fotonya dari atas mobil saja.

Sempat beberapa kali melewati masyarakat yang sedang berbenah membersihkan jalan dan area mereka. Sekaligus terkadang ada yang meminta sumbangan seikhlasnya.


Melewati jalan dengan pemandangan hijau segar di kanan kiri jalan membuat kami sering berhenti untuk hanya sekedar mengambil gambar.

Tepat sebelum melewati jalan tersebut di atas tertulis biaya masuk untuk mobil sebesar Rp 50rb namun tidak ada seorang pun yang menjaga jadi kami langsung belok. Palingan pulang sudah ada yang jaga.


Sore itu sepi pengunjung, hanya terdapat 2 mobil yang parkir. Itu pun tidak lama setelah kami datang mereka beranjak pulang. Pemandangannya luar biasa.



Dan disini kami baru tau bahwa ternyata nama danau tersebut sebenarnya adalah Danau Emfotte disesuaikan dengan nama daerahnya. Tetapi karena danau tersebut menyerupai bentuk love jadinya lebih dikenal oleh masyarakat sebagai Danau Love. Dan supaya lebih lengkap lagi maka digabunglah jadi nama yang lengkap yaitu Danau Love Emfotte.


Di sebelah kanan abis terbakar jadinya bentuk love agak kurang sempurna tampilan hijaunya. Tapi tetap saja memikat.




Di sekeliling danau kita bisa melihat pemandangan yang sangat memanjakan mata. Subhanallah…

Ochy juga sangaat senang disini. Sy dan istri masih di mobil eh Ochy ama Fe udah asik aja foto-foto.




Sunset sore itu juga kurang sempurna tapi kami sangat bersyukur bisa menikmati area danau serasa milik pribadi sepuas-puasnya.

Malam mulai menyambut, kami putuskanlah untuk segera pulang. Mobil kami melaju dengan kencangnya, kami semua terdiam. Entah apa yg ada di pikiran masing-masing. Melewati jalan gelap di tengah hutan saya membawa istri yg sedang hamil, anak yang baru berusia hampir 2 tahun serta seorang gadis.

Bismillahi tawakkaltu…

Akhirnya tidak lama saya melihat mobil beberapa ratus meter ke depan yang juga melaju, mengikuti dengan seksama yang ternyata juga menuju ke kota. Alhamdulillaah, perjalanan aman, lancar dan janji terpenuhi. Mission complete. Untuk Fe, terima kasih banyak yaaa udah ditemenin plus foto-fotonya yg kece abis.


Tooooo much LOVE in Lake of LOVE!